Nelayan Mengadu Tak Dapat BBM Bersubsidi

Kotabaru, Duta TV — Distribusi BBM bersubsidi untuk nelayan di Kabupaten Kotabaru dikeluhkan.

Dalam rapat dengar pendapat atau RDP dengan Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Ikatan Nelayan Saijaan atau INSAN mengadukan nasib anggotanya yang sebagian belum menikmati BBM bersubsidi tersebut.

Ketua INSAN Hamdani mengatakan ada ratusan nelayan yang tidak mendapat kuota BBM bersubsidi karena terkendala birokrasi. Selain itu, ada dugaan jatah BBM bersubsidi diambil oleh oknum yang tidak berhak sehingga pihaknya mendesak pemerintah untuk mengecek ke lapangan.

“Itu memang ada yang tidak punya kapal bisa diterbitkan rekomendasinya, janganlah ada permainan sehingga itu yang membuat kuota kita tidak pernah cukup, turunlah mereka ke lapangan untuk mengecek,” ucap Hamdani.

Sementara itu, dalam RDP yang turut dihadiri para penyalur BBM nelayan, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru Abu Suwandi mencecar soal data kuota BBM, realisasi penyaluran, hingga jumlah nelayan penerima. Pihaknya juga mengupayakan agar nelayan yang belum mendapat kuota BBM bersubsidi bisa dicover dengan sistem zonasi.

“Sebenarnya bukan kurang atau tidak merata, masalahnya karena semua nelayan Rampa khususnya nelayan INSAN mengambil BBM di SPBN di PPI, sedangkan SPBN itu melayani semua daerah karena dia SPBN lama, padahal di Kotabaru ada 7 SPBN, jadi kita adakan solusi yaitu zonasi, nelayan mengambil dari SPBN terdekat, jadi yang belum tercover bisa tercover,” terang Abu Suwandi, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Zaenal Arifin mengatakan persyaratan untuk mendapat BBM nelayan sudah diperketat. Namun, jika masih ada penyimpangan di lapangan ia meminta nelayan ikut proaktif melaporkan.

“Rekomendasi kita berikan 3 bulan sekali, jadi per 3 bulan harus diurus lagi karena kan bisa saja ada pergerakan. Itu ada persyaratannya harus diketahui desa, pas kecil juga jadi persyaratan artinya kapalnya diukur oleh KSOP jadi ada kapalnya, baru kita berikan rekomendasi, tapi dalam perjalanan mungkin dijual atau rusak, kita tidak tahu kalau tidak dilaporkan,” ujarnya.

Di Kabupaten Kotabaru ada enam SPBN dan satu SPBU penyalur BBM nelayan. Adapun kuota BBM yang akan disalurkan pada tahun ini totalnya mencapai 11 ribu kiloliter.

Sementara jumlah nelayan yang terdaftar sebagai penerima BBM bersubsidi sekitar empat ribu orang. Namun yang mengambil jatah BBM setiap bulannya tercatat kurang dari angka tersebut.

Reporter: Nazat Fitriah

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *