BNPB akan Kedepankan Komunikasi Agar Peristiwa Pengambilan Air di Kolam Ikan Cindai Alus Tidak Terulang

Jakarta, DUTA TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berupaya melakukan komunikasi terlebih dahulu sebelum menggunakan sumber air warga untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), agar peristiwa seperti di Kalimantan Selatan tidak terulang lagi.
“Tentu kami ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan,” kata Berton dalam konferensi pers secara daring, Minggu (30/8/2026).
Hal ini disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan usai BNPB mendapat protes dari seorang warga yang merasa dirugikan setelah air kolam pemancingan miliknya di Desa Cindai, Alus, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, digunakan hingga berdampak pada ikan yang ia budidaya.
Berton menyampaikan, usai insiden, pihaknya telah menjalin komunikasi secara kekeluargaan dengan pemilik dari kolam tersebut.
Ia mengaku memahami adanya kekhawatiran warga perihal tersebut.
“Melalui konferensi ini kami menyampaikan bahwa kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait, kami memanfaatkan air yang ada di kolam-kolam ikan masyarakat.
“Tentu pemanfaatan ini berguna untuk memadamkan api yang ada di lahan-lahan terbakar,” ucap Berton.
Diinformasikan, helikopter water bombing mengambil air dari kolam ikan budidaya milik seorang warga, Ahmad Jailani, karena minimnya sumber air untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalsel.
Ia mengatakan kondisi itu membuat debit air di kolamnya menyusut drastis. Padahal, kolam itu tengah digunakan untuk membudidayakan sekitar 2 ton ikan berbagai jenis.
Jailani menyebut, heli water bombing mengambil air dari kolam pemancingannya pada Kamis (27/8/2026).
Pengambilan air tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Menurut dia, heli datang berkali-kali untuk mengambil air hingga volume air di kolam berkurang secara signifikan.
Saat heli melintas di atas kolam, Jailani bersama beberapa pekerjanya sempat berusaha memberikan tanda agar sumber air tersebut tidak digunakan.
Namun, upaya itu tidak diindahkan dan heli tetap mengambil air dari kolam.(kom)





