Warga Cindai Alus Keluhkan Air Kolam Diambil Helikopter BNPB

Martapura, Duta TV — Warga Cindai Alus, Martapura, Kabupaten Banjar, mengeluhkan pengambilan air dari kolam ikan miliknya oleh helikopter BNPB untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pemilik kolam mengaku air yang telah dipersiapkan dengan biaya sendiri justru berkurang dalam jumlah besar.
BNPB mengambil air dari kolam ikan milik Ahmad Jailani, di Desa Cindai Alus, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis.
Menurut Ahmad, pengambilan air terjadi sekitar pukul 12 siang.
Helikopter disebut melakukan pengambilan air setidaknya 14 kali.
Warga sebelumnya telah memberikan isyarat agar pengambilan air dihentikan, namun proses pengambilan tetap dilakukan.
Kolam tersebut merupakan kolam pemancingan yang telah dikelola Ahmad sejak sekitar tahun 2010.
Untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan ikan tetap hidup, Ahmad mengaku harus mendatangkan air menggunakan kendaraan secara bertahap, karena sumber air di lokasi mulai mengering.
Setelah air kembali berkurang akibat pengambilan helikopter, Ahmad menyebut ikan di kolam menjadi stres.
Ia khawatir kondisi ini berdampak terhadap kelangsungan ikan, sekaligus usaha pemancingannya.
Ahmad juga mempertanyakan koordinasi sebelum pengambilan air dilakukan.
Ia mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya bahwa kolam miliknya akan digunakan sebagai sumber air untuk pemadaman karhutla.
Ahmad berharap ada pihak yang bertanggung jawab atas dampak maupun potensi kerugian yang dialaminya. Sebab, air di kolam tersebut diklaim didapatkan dengan biaya sendiri, untuk mempertahankan kondisi ikan.
Reporter: Tim Liputan





