Wali Kota Cup 2026 Jadi Ajang ‘Adu Gengsi’ Pebiliar se-Kalsel

Banjarmasin, Duta TV — 96 pebiliar ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Biliar Wali Kota Cup 2026, Rabu hingga Jumat, 21 Agustus.

Peserta tidak hanya berasal dari Banjarmasin, tetapi juga sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Peserta terjauh tercatat datang dari Kabupaten Tabalong.

Kejuaraan yang mempertandingkan nomor bola sembilan tunggal putra dan putri ini menerapkan sistem open.

Peserta dari berbagai tingkatan diperbolehkan ambil bagian, termasuk atlet yang pernah berlaga pada Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Syaratnya, peserta wajib memiliki kartu tanda penduduk Kalimantan Selatan. Kuota peserta sengaja dibatasi menjadi 96 orang.

Panitia menyebut, jumlah tersebut sudah terpenuhi hanya dalam waktu sekitar tiga jam sejak pendaftaran dibuka. Dukungan terhadap kejuaraan juga disampaikan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia atau POBSI Banjarmasin.

Organisasi tersebut menilai, pertandingan menjadi kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan jam terbang.

“Kita menyambut baik dan bersyukur biliar dipertandingkan di Wali Kota Cup. Kita berharap ini berkelanjutan. Lewat kegiatan ini akan bisa bertanding, tidak hanya berlatih saja. Ini menambah jam terbang mereka untuk pertandingan,” ujar Fathuliansyah, Ketua POBSI Banjarmasin.

Andi, panitia pelaksana, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pembatasan kuota untuk kejuaraan kali ini. Adapun total peserta hingga saat ini sejumlah 96 peserta.

“Kuotanya kita batasi, ini ada 96 peserta. Itu pun dalam tiga jam sudah kita tutup. Peserta terjauh ada dari Tabalong. Ini sifatnya open, asal ber-KTP Kalsel,” tuturnya.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Wali Kota Cup 2026, yang dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin bersama jajaran. Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, penyelenggaraan cabang olahraga biliar untuk pertama kalinya dalam ajang Wali Kota Cup diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para atlet.

“Ini pertama kalinya. Kita berharap ini bisa memotivasi atlet biliar. Selain persaingan di nomor putra, kejuaraan kali ini juga diwarnai kehadiran sejumlah atlet putri yang baru mengikuti kompetisi,” ucap Yamin.

Jumlah peserta putri disebut cukup signifikan, menunjukkan mulai tumbuhnya minat atlet perempuan terhadap olahraga biliar di Kalimantan Selatan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *