Mengenang Enam Tahun Kepergian ‘Kai Api’, Pemilik Semangat Pantang Menyerah

Banjarmasin, Duta TV — Mengenang enam tahun kepergian Muhammad Arsyad atau Kai Api, keluarga menggelar pembacaan tahlil di kediamannya di Jalan PM Noor, Gang Perdamaian, Banjarmasin, Kamis siang. Kai Api dikenal masyarakat sebagai seniman yang menghibur melalui atraksi api, di kawasan ikon Kota Banjarmasin, Siring Menara Pandang.

Namun jauh sebelum menekuni dunia seni atraksi, almarhum merupakan seorang atlet lari yang aktif mengikuti berbagai perlombaan. Semasa hidupnya, Kai Api tercatat mengikuti sejumlah ajang lari bertaraf nasional hingga internasional. Salah satunya International Competition di Sri Lanka. Nomor yang diikutinya pun beragam, mulai dari lari 100 meter, 200 meter, 500 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, hingga jarak 46 kilometer. Bahkan, kecintaan terhadap olahraga lari tetap dijalaninya hingga usia 71 tahun.

Setelah itu, Kai Api memutuskan beralih profesi menjadi seniman penghibur dengan atraksi api. Semangat dan kegigihan tersebut menjadi warisan nilai kehidupan yang masih dikenang keluarga. Terlebih di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026.

“Beliau selalu berpesan agar anak-anak beliau tidak meninggalkan salat, bangun di awal hari. Dulu waktu tujuh belasan, beliau hobi menghias gerobak, beliau tempel piagam-piagam beliau, untuk memotivasi orang-orang,” ujar Supian, anak ke-8 Kai Api.

Supian menuturkan, semangat olahraga juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Sepuluh anak Kai Api pun disebut memiliki kegemaran terhadap olahraga. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan almarhum, bahkan turut menginspirasi para pegiat olahraga.

“Di usia beliau, beliau menularkan semangat kepada kami. Semangat yang beliau ajarkan adalah semangat pantang menyerah, disiplin, dan jangan malas,” tambah Yudha Pribadi, praktisi olahraga.

Bagi keluarga dan para pegiat olahraga, sosok Kai Api bukan sekadar seniman atraksi api. Ia dikenang sebagai pribadi yang tetap aktif, disiplin, dan tidak mudah menyerah hingga usia lanjut. Semangat tersebut menjadi teladan, bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan beraktivitas. Enam tahun setelah kepergiannya, semangat Kai Api tetap hidup melalui keluarga, olahraga, dan kenangan yang ditinggalkannya bagi masyarakat. Sebuah warisan tentang kegigihan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah, yang terus menyala layaknya api yang dahulu menjadi ciri khas penampilannya.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *