Siswa-Siswi SDN Kebun Bunga 5 Dikenalkan Tradisi Banjar Baarak Naga

Banjarmasin, Duta TV — Beberapa siswa dan siswi ini antusias saat diarak dengan becak yang sudah dihias menyerupai naga, berjalan dari rumah menuju sekolah.
Dikawal kuda lumping, arak-arakan naga ini turut dinaiki siswa-siswi berbusana pengantin Banjar.
Tradisi baarak naga yang identik dengan budaya masyarakat Banjar ini sengaja diperkenalkan kepada anak-anak SD Negeri Kebun Bunga Lima lewat karnaval budaya, yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan.
Tradisi yang berkembang di Kalimantan Selatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, adat, dan kebersamaan masyarakat. Tak hanya baarak naga, busana adat Banjar yang ditampilkan juga diperkenalkan karena memiliki latar sejarah yang cukup menarik, mulai dari busana Gajah Gemuling Baular Lilit hingga Baamar Galung Pancar Matahari.
Busana hingga tradisi Banjar ini merupakan kolaborasi pihak sekolah dengan Pakem Adat Banjar PIK House.
Bukan hanya memfasilitasi pakaian adat Banjar, Owner PIK House Vega juga ikut terlibat dalam gelaran tradisi arak-arakan pengantin Banjar ini, dengan harapan ikut serta menyebarluaskan tradisi Banjar yang saat ini sudah mulai memudar di kalangan masyarakat.
Ia berharap anak-anak juga sudah mengenal dan melestarikan adat dan budaya Banjar sejak dini, tak hanya melalui mata pelajaran muatan lokal di sekolah.
Owner PIK House, Vega, mengatakan, “Kegiatan ini dilakukan memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke-79. Untuk sekolah-sekolahnya ini mengadakan adat, budaya, karnaval. Dan kebetulan kami memakai baju Gajah Gemuling Baular Lulit ini abad ke-14/15 sebelum… sebelum apa… Banjar masuk Islam, dan saya Baamar Galung Pancar Matahari sesudah Banjar masuk Islam di abad 15/16. Ya, teruslah belajar, teruslah gali ilmu, carilah kebudayaan agar kebudayaan kita ini tetap… apa, lestari. Iya, sudah banyak yang pudar. Jadi, dengan kesempatan ini kita memamerkan busana Pakem Banjar, Gajah Gemuling dan Baamar Galung Pancar Matahari.”
Sementara itu, pihak sekolah mengaku karnaval budaya ini digelar sebagai upaya menanamkan rasa nasionalisme dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan hanya adat Banjar, para siswa dan siswi juga diajak untuk mengenakan busana adat daerah lain agar mengenal beragam adat dan budaya di Indonesia.
Plh Kepala SDN Kebun Bunga 5, Siti Rabiatul Adawiyah, mengatakan, “Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan kita yang ke-79. Ya, jadi anak-anak kita adakan lomba peragaan baju adat. Mengapa memilih baju adat? Karena anak-anak Indonesia itu kaya akan berbagai macam baju adat. Jadi dia tahu beberapa provinsi di Indonesia, sehingga mengenal itu, Bu. Untuk… supaya anak-anak lebih tahu budaya kita di Banjarmasin. Iya, banyak. Jadi kita… supaya generasi yang akan datang lebih tahu lagi apa sebenarnya baarak dan sebagainya. Oh iya, kolaborasi Bu, kita bekerja sama.”
Para siswa dan siswi yang mengenakan pakaian adat ini selanjutnya dinilai oleh dewan guru melalui fashion show. Ratusan siswa dan penuh percaya diri menampilkan pakaian adat yang ia kenakan di hadapan juri.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





