5.000 Ekor Ayam di HST Mati Saat Pemadaman Listrik

Barabai, DUTA TV –  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan telah mengakibatkan lebih dari 5000 ekor ayam di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa Hulu Sungai Tengah (HST) mati.

Diyngkapkan Pambakal Aluan Sumur, Nurul Adha di Barabai, Senin, peristiwa matinya ribuan ayam tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026).

Ayam – ayam mati karena kepanasan akibat pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari lima jam.

“Seperti yang di video viral, lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging mati di kandang close house milik Saipul Hadi akibat kepanasan karena listrik mati,”ungkapnya.

Lebih lanjut, warga mengeluhkan pemadaman listrik terjadi saat waktu Salat Jumat dan tidak sesuai jadwal yang dibagikan yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 Wita.

Ia menyebut, kandang tersebut sebenarnya memiliki generator cadangan, akan tetapi saat listrik padam, generator mengalami kerusakan, sehingga tidak mampu menghidupkan seluruh kipas blower yang menjadi sistem ventilasi utama kandang.

“Generator yang ada macet, sehingga kipas blower tidak bisa menyala semuanya. Akibatnya ayam kepanasan dan mati,” ujarnya.

Dari total sekitar 8.000 ekor ayam yang dipelihara, lebih dari 5.000 ekor dilaporkan mati akibat suhu di dalam kandang yang meningkat drastis selama pemadaman berlangsung.

Lamanya pemadaman menjadi penyebab utama besarnya kerugian yang dialami peternak, serta jadwal pemadaman yang disebut berubah dari pemberitahuan sebelumnya, sehingga peternak tidak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

“Akibat kejadian itu, Saipul Hadi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta,” jelasnya.

Nurul mengaku hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak PLN terkait kerugian yang dialami peternak tersebut.

“Kami berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pihak terkait karena kerugian yang dialami peternak sangat besar,” katanya.

Sementara itu, Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Barabai Kota Syarwani mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan menghubungi pemilik kandang untuk berkomunikasi terkait kejadian itu.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi terkait peristiwa tersebut sebelum menindaklanjutinya.(ant)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *