Jalani Pengobatan di Luar Negeri, Nanik Mundur dari Kepala BGN

Jakarta, DUTA TV – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri. Nanik sudah berpamitan dengan Presiden Prabowo Subianto untuk berangkat ke luar negeri, menjalani pengobatan jantung.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat,” kata Nanik dalam unggahan di akun Facebook resminya, Rabu (22/7/2026).

Di luar pengunduran dirinya itu, Nanik mengatakan multiplier effect dari program makan bergizi gratis (MBG) terbukti dapat menggerakan ekonomi di tingkat bawah atau ekonomi masyarakat.

Menurutnya hal ini terlihat jelas saat program itu dihentikan sementara saat memasuki periode libur sekolah.

Sebab selama periode libur sekolah, hasil pertanian dan peternakan banyak yang tak terserap bahkan membuat harga komoditas sempat jatuh. Begitu juga dengan nasib para pedagang yang terpaksa membuang-buang barang dagangannya karena tak laku terserap MBG.

“Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan banyak orang, namun sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” terang Nanik.

“Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” sambungnya.

Bersama dengan itu, Nanik mengungkapkan saat ini sudah dibuat 11 Tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran.

“Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B ( Balita, Busui dan Bumil), anak -anak SD -SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T,” paparnya.

Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional , karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesui Juknis. Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum.

“InsyAllah pengganti saya adalah ‘adik saya’ dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang. Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya,” kata Nanik.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *