Jalan Amblas Lumpuhkan Ekonomi Pedagang Sungai Lulut, DPRD Janji Kawal Percepatan Perbaikan

Banjar, Duta TV — Sejak jalan amblas dan akses ditutup, aktivitas di kawasan Martapura Lama, Sungai Lulut, praktis lumpuh. Kendati akses jalan bisa dilalui sewaktu-waktu di tengah proses perbaikan, tidak satu pun pembeli yang berani datang dan singgah ke lapak pedagang.
Akibatnya, para pedagang mengaku tidak memperoleh penghasilan sama sekali. Mereka juga dihantui kerugian karena dagangan seperti pisang dan umbi-umbian diperkirakan akan membusuk apabila perbaikan berlangsung terlalu lama.
Dalam monitoring yang dilakukan Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Rosehan NB, para pedagang meminta agar proses perbaikan dapat dipercepat. Mereka berharap pekerjaan tidak memakan waktu hingga tiga minggu sehingga roda perekonomian bisa segera kembali bergerak.
“Retak sedikit saja tidak ada solusi diperbaiki, sampai seperti ini baru ditindaklanjuti. Kalau sampai tiga minggu, kasihan kami yang mencari nafkah di pinggir jalan. Maka itu juga harapan kami, kalau sampai tiga minggu bagaimana pisang masakan, ubi tidak bisa dijual, baru datang ubinya,” ujar Atika, salah seorang pedagang.
“Perasaan ulun kelawasan kami pulang usaha, kayapa kan bagi pedagang kecil gimana gitu gasan tiap harinya. Ini malahan kan dari sana ditutup. Rencananya kan kalau enggak bisa di situ jualan bisa di gardu, tapi jalan tembus simpang tiga ditutup, gimana lagi jualannya, tempatnya di mana. Jadi bingung. Mudahan supaya cepat jalannya dirapikan, kurang dari seminggu, supaya kami di sini semua enak, semua pedagang. Kasihan pedagang-pedagang kaya kami, soalnya kami mengharap itu jua,” ucap pedagang lainnya, Halimah.
Menanggapi aspirasi ini, Rosehan NB meminta masyarakat untuk sementara menggunakan jalur alternatif selama proses perbaikan berlangsung. Ia menegaskan dewan akan terus mengawasi pekerjaan di lapangan agar sesuai target, bahkan siap memantau langsung progres perbaikan setiap hari.
“Take pertama kepada para pengguna, mohon kesadarannya. Di jalan-jalan yang ada rumbih bisa mencari alternatif sementara. Kita tunggu action yang disampaikan oleh Pak Yasin sekitar 21 hari sampai 30 hari. Take kedua, mungkin kalau ada waktu saya hari-hari saya tungguin di sini, bujur kada mereka begawi seperti itu,” ujarnya.
Hari pertama pasca jalan amblas pada Rabu pagi menjadi pukulan berat bagi para pedagang. Mereka kehilangan pendapatan harian yang biasanya mencapai sekitar Rp200 ribu per hari, termasuk merugi akibat dagangan yang mudah rusak jika perbaikan tak segera rampung.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





