Perluas Layanan untuk UMKM, Komisi II DPRD Kalsel Kawal Penguatan Modal PT Jamkrida

Denpasar, Duta TV — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan permodalan PT Jamkrida Kalsel (Perseroda) agar mampu memperluas layanan penjaminan kredit bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komitmen tersebut disampaikan saat Komisi II DPRD Kalsel bersama PT Jamkrida Kalsel melakukan studi komparasi ke PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) di Denpasar, Bali.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari strategi pengembangan usaha, termasuk mekanisme kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam memperkuat permodalan melalui penyertaan modal daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengatakan kondisi PT Jamkrida Kalsel saat ini tergolong sehat. Namun, menurutnya, kapasitas perusahaan perlu terus diperkuat agar jangkauan layanan kepada masyarakat semakin luas.
“Meski kondisi PT Jamkrida Kalsel sehat, namun untuk memperluas pelayanan maka sisi permodalan masih perlu didorong peningkatannya melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyertaan modal dari pemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas PT Jamkrida Kalsel sebagai lembaga penjamin kredit. Dengan modal yang lebih kuat, perusahaan diharapkan mampu memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada pelaku UMKM dan masyarakat.
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani itu juga memastikan DPRD siap memfasilitasi komunikasi apabila diperlukan dalam proses penguatan permodalan tersebut.
“Kalau ada kesulitan, kami di DPRD akan mendukung dari belakang. Kalau memang perlu kita diminta untuk mendampingi berbicara dengan Pak Gubernur maupun para bupati dan wali kota, kami sangat welcome,” tegasnya.
Selain membahas penguatan permodalan, rombongan juga mempelajari sejumlah inovasi yang dikembangkan PT Jamkrida Bali Mandara, termasuk program penjaminan kredit bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurut Paman Yani, program tersebut dapat menjadi referensi untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan karena berpotensi membuka peluang kerja lebih luas bagi generasi muda.
Hasil studi komparasi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi PT Jamkrida Kalsel dalam memperkuat peran sebagai lembaga penjamin kredit daerah yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua.
Reporter: Tim Liputan





