Dua Nama Berebut Kursi Ketua PMI Banjarmasin, Syarat Pencalonan Jadi Polemik

Banjarmasin, Duta TV — Persaingan menuju kursi Ketua PMI Kota Banjarmasin periode 2026–2031 resmi dimulai. Haji Aftahuddin menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pencalonan kepada tim penjaringan.

Wakil Ketua PMI Kota Banjarmasin ini maju dengan modal dukungan dari lima kecamatan dan membawa visi memperkuat pelayanan kemanusiaan serta pembenahan organisasi PMI.

Salah satu program yang menjadi sorotannya adalah upaya menghadirkan UPTD PMI Kota Banjarmasin yang mandiri.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan cari lahan tanah untuk bisa UPTD Banjarmasin mandiri. Tentunya mencari donatur dan investor yang akan bisa membantu untuk berdirinya UPTD Kota Banjarmasin. Selama ini kita masih pinjam provinsi,” ungkap Haji Aftahuddin.

Sementara itu, beberapa jam sebelum penutupan pendaftaran, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, turut menyerahkan berkas pencalonan sebagai calon Ketua PMI Kota Banjarmasin.

Ananda mengaku pencalonannya merupakan bagian dari nazar yang pernah diucapkannya apabila terpilih sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Namun, pencalonan Hj. Ananda memunculkan dinamika tersendiri dengan adanya syarat tambahan yang mengharuskan calon ketua pernah menjadi pengurus PMI.

“Jadi, pada saat pencalonan Pilkada 2024, memang sudah dinazarkan apabila terpilih menjadi Wakil Wali Kota Banjarmasin, maka saya akan mencalonkan diri sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin. Dan itu memang keinginan dari relawan PMI dan akhirnya janji itu ditagih kembali kepada saya,” tuturnya.

Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua PMI Kota Banjarmasin, Suyato, menegaskan seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi.

Ia menyebut salah satu syarat yang selama ini menjadi acuan adalah pengalaman sebagai pengurus PMI. Meski demikian, tim penjaringan belum memberikan keputusan terkait status pencalonan Hj. Ananda.

Seluruh berkas, termasuk kelengkapan dukungan minimal dan persyaratan lainnya, masih akan dibahas dalam rapat tim verifikasi.

“Kalau misalnya dari saya melihat dari surat yang disampaikan, masih ada yang belum dilengkapi dukungan. Sedangkan untuk menjadi Ketua PMI di provinsi, kabupaten, maupun kota ada persyaratannya, yakni harus pernah menjadi pengurus PMI,” kata Suyato.

Hingga Sabtu siang, tercatat dua orang resmi mendaftar sebagai calon Ketua PMI Kota Banjarmasin. Hasil verifikasi seluruh calon akan diumumkan dalam Musyawarah Kota atau Muskot PMI Kota Banjarmasin yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni mendatang.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *