80.000 Jemaah Haji Indonesia Potong Dam di Arab Saudi

Jakarta, DUTA TV – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat sebanyak 80 ribu jemaah Indonesia memotong dam di Arab Saudi melalui jalur resmi Adahi pada musim haji 2026.
Kerajaan Arab Saudi mengapresiasi ketertiban administrasi yang dilakukan Indonesia dalam pendataan dan pengelolaan dam jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, jumlah tersebut menjadi bagian dari skema baru pengelolaan dam yang lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain jemaah yang memotong dam di Tanah Suci, pemerintah juga mencatat sekitar 20 ribu jemaah memilih memotong dam di Indonesia.
“Dalam sejarah, ini pengelolaan dam yang terbaik menurut Kerajaan Arab Saudi,” ujar Dahnil pada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa 19 Mei 2026.
Dia menjelaskan, pemerintah juga mendata sekitar 2.000 jemaah yang memilih membayar dam dengan puasa. Sementara lebih dari 1.000 jemaah menjalani haji ifrad sehingga tidak terkena kewajiban dam tamattu.
“Pemerintah Arab Saudi meng mapresiasi karena seluruh data pelaksanaan dam jemaah Indonesia tercatat secara rinci dan terintegrasi. Kemenhaj menerapkan kebijakan yang memberi ruang bagi berbagai pandangan fikih terkait lokasi pemotongan dam,” papar Dahnil.
Dahnil menjelaskan, kebijakan itu muncul setelah adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama dan organisasi Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpandangan dam harus dipotong di Tanah Haram karena darah sembelihan harus ditumpahkan di Tanah Suci.
Di sisi lain, sejumlah pesantren dan Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih membolehkan pemotongan dam dilakukan di Indonesia.
Menghadapi perbedaan itu, pemerintah tidak mengambil posisi sebagai penentu hukum fikih. Kementerian memilih memfasilitasi seluruh pandangan yang berkembang di masyarakat.
Karena itu, Kemenhaj menerbitkan edaran yang membolehkan jemaah memotong dam di Indonesia melalui lembaga resmi.
Namun, pemerintah tetap meminta jemaah yang memilih menyembelih dam di Arab Saudi menggunakan jalur resmi Adahi yang diatur pemerintah Arab Saudi.(lip6)





