Jelang Pembukaan POPDA 2026, Dispora Kalsel Pastikan Kesiapan Venue dan Teknis Pertandingan

BANJARMASIN, Duta TV – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Selatan 2026 tinggal menghitung hari. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan memastikan seluruh persiapan pelaksanaan, mulai dari venue pertandingan hingga teknis kompetisi, telah rampung menjelang pembukaan pada 18 Mei mendatang.
Ajang olahraga pelajar terbesar di Kalimantan Selatan tersebut akan berlangsung pada 18–24 Mei 2026 dengan melibatkan atlet-atlet terbaik dari 13 kabupaten dan kota se-Kalsel.
Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan kesiapan penyelenggaraan kini berada pada tahap final setelah pelaksanaan technical meeting di GOR Hasanuddin HM, Kamis (14/5/2026).
“Alhamdulillah, seluruh persiapan pelaksanaan POPDA sudah siap. Baik venue maupun teknis pertandingan sudah kami matangkan untuk pelaksanaan pada 18 sampai 24 Mei nanti,” ujarnya.
Dalam technical meeting tersebut, panitia bersama perwakilan kontingen membahas sejumlah hal teknis, termasuk penetapan bagan dan pembagian pool pertandingan untuk seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.
Menurut Rijal, hasil pembagian pool menjadi informasi penting bagi setiap daerah untuk memetakan kekuatan lawan sekaligus menyusun strategi menjelang pertandingan dimulai.
“Setiap kabupaten dan kota kini sudah mengetahui lawan yang akan dihadapi pada fase awal pertandingan. Ini tentu menjadi bahan evaluasi dan persiapan bagi pelatih maupun official,” katanya.
Selain memastikan kesiapan teknis pertandingan, Dispora Kalsel juga menuntaskan proses verifikasi administrasi atlet yang telah berlangsung sejak 11 Mei 2026. Verifikasi dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh peserta memenuhi syarat sebagai atlet pelajar.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tiga atlet dinyatakan tidak lolos verifikasi sehingga tidak diperkenankan mengikuti pertandingan.
Rijal menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen penyelenggara dalam menjaga sportivitas dan integritas kompetisi.
“Kami ingin memastikan seluruh atlet yang bertanding benar-benar memenuhi ketentuan dan tidak ada persoalan identitas. Semua harus berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
POPDA Kalsel 2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan antarpelajar, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kejuaraan ini sekaligus menjadi sarana pemantauan atlet potensial yang dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kalimantan Selatan pada ajang nasional mendatang, termasuk menuju POPNAS 2027.
Dengan seluruh persiapan yang hampir rampung, persaingan atlet-atlet muda terbaik Kalimantan Selatan dipastikan akan mulai tersaji dalam beberapa hari ke depan.
Nina Megasari





