Sejarah Baru, FIFA Naikkan Hadiah Piala Dunia 2026

Jakarta, DUTA TV – Federasi sepak bola dunia, FIFA, resmi menaikkan total hadiah untuk tim peserta Piala Dunia 2026 menjadi USD 871 juta atau setara sekitar Rp 15,18 triliun (estimasi kurs Rp 17.430 per dolar AS).
Nilai ini menjadikan edisi 2026 sebagai turnamen dengan distribusi hadiah terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Kenaikan ini diumumkan dalam pertemuan Dewan FIFA ke-36 yang digelar di Vancouver, Kanada.
Dikutip dari CNBC, Selasa (5/5/2026), kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya FIFA untuk meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas distribusi keuntungan ke lebih banyak negara peserta.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni 2026. Turnamen ini diproyeksikan menjadi salah satu event olahraga terbesar sepanjang masa.
Dengan peningkatan hadiah ini, FIFA ingin memastikan bahwa seluruh peserta, tidak hanya tim unggulan, dapat merasakan manfaat finansial dari partisipasi mereka.
Namun di balik kenaikan tersebut, FIFA juga menghadapi sejumlah kritik, terutama terkait harga tiket yang dinilai terlalu mahal serta kerja sama komersial dengan sejumlah pihak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun secara finansial turnamen semakin besar, tantangan dalam menjaga aksesibilitas bagi penggemar tetap menjadi perhatian.
Dalam skema terbaru, FIFA memberikan tambahan dana bagi setiap negara peserta. Dana ini terdiri dari beberapa komponen yang mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya.
Untuk dana persiapan, setiap tim akan menerima USD 2,5 juta, meningkat dari USD 1,5 juta pada Piala Dunia 2022. Dana ini digunakan untuk mendukung kesiapan tim sebelum bertanding.
Selain itu, terdapat dana partisipasi sebesar USD 10 juta yang juga meningkat dari USD 9 juta pada edisi sebelumnya. Dana ini diberikan kepada semua tim yang berhasil lolos ke putaran final.
Dengan demikian, setiap tim peserta setidaknya akan mengantongi USD 12,5 juta hanya dari keikutsertaan mereka di turnamen ini.
Jumlah tersebut belum termasuk bonus tambahan berdasarkan performa tim selama kompetisi berlangsung, seperti lolos ke babak gugur atau menjadi juara.
Dana ini sangat penting untuk menutupi berbagai biaya operasional, seperti perjalanan internasional, akomodasi, fasilitas latihan, serta gaji staf dan pelatih.
Bagi negara-negara non-unggulan, peningkatan ini dinilai akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan sepak bola nasional mereka.(lip6)





