Banjarmasin Bakal Subsidi Sampah dari Kabupaten Tetangga

Banjarmasin, Duta TV — Di tengah efisiensi energi, Pemko Banjarmasin bakal menjalankan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau PSEL.
Rencana itu juga disampaikan ke kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, yang pimpinan daerahnya hadir dalam rapat koordinasi di Aula Kayuh Baimbai, Kamis sore kemarin.
Kehadiran Bupati Batola dan Kabupaten Banjar tersebut untuk mendukung program dari pemerintah pusat tersebut dengan memasok sampah dari daerah mereka.
Untuk menjalankan program PSEL tersebut, Pemko harus menyediakan sekitar 500 ton sampah. Sedangkan sampah di Banjarmasin saat ini berkisar 400 ton lebih per hari.
Kekurangan tersebut nantinya diharapkan bisa ditutupi dari sampah yang diproduksi kabupaten tetangga.
Sejak status darurat sampah beberapa waktu lalu, Banjarmasin memang melakukan pengurangan sampah yang dibuang ke TPA Banjarbakula karena adanya pembatasan residu yang dibuang.
Kabupaten Batola dan juga Banjar juga nantinya akan mengajukan tempat pembangunan PSEL tersebut. Untuk anggaran pelaksanaan program itu akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Danantara.
“Kita menyiapkan lahannya dari Danantara ya, sampah kurang, jadi kita minta dari Batola dan Banjar,” ucap M. Yamin, Wali Kota Banjarmasin.
Ichrom Muftezar, Kadis LH Banjarmasin, menjelaskan bahwa untuk bisa menjalankan program tersebut, dibutuhkan sampah dari daerah tetangga karena produksi sampah harian di Banjarmasin saat ini hanya 491 ton.
“Kita minta sampah daerah tetangga untuk bisa menjalankan program ini, karena di Banjarmasin produksi sampah harian saat ini hanya 491 ton, sisa hasil dari pemilihan. Pertama kita usulkan TPAS Basirih dengan lahan sekitar 4–5 hektar. Kedua di Kabupaten Banjar dekat Sambang Lihum sekitar 10 hektar,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Bupati Banjar, Saidi Mansyur, ia akan mendukung program tersebut karena sesuai dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta setiap daerah harus bisa mengelola sampah mereka menjadi energi.
“Diskusi banyak lingkungan, Kab Banjar sangat konsen dengan pengelolaan sampah jadi energi, sesuai arahan Pak Presiden komitmennya akan menyiapkan anggaran dan regulasi. Tahapan sudah setengah tinggal kerjasama, titiknya sudah ditentukan bisa berjalan baik, tidak ada kendala apapun,” ujarnya.
Isu sampah ini memang sudah menjadi permasalahan nasional. Maka dari itu, kolaborasi antara Pemko Banjarmasin, Pemkab Banjar, dan Barito Kuala untuk menyelesaikan persoalan sampah yang kini menjadi penting dan menjadi isu bersama di kawasan Banjarbakula.
Reporter: Zein Pahlevi





