SPMB di Banjarbaru Terkendala Jumlah Sekolah Tak Seimbang dengan Peserta Didik

Banjarbaru, Duta TV — Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB tingkat SMP di Banjarbaru tahun 2026 melalui jalur domisili, pihak Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengaku masih terkendala pemerataan lokasi sekolah dan jumlah peserta didik. Berdasarkan data, sejumlah SMP di Kecamatan Cempaka dan Banjarbaru Utara pada SPMB tahun sebelumnya kekurangan peserta didik, sementara sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin justru calon peserta didiknya membludak.
Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru dihadapkan dengan dilema pemerataan jumlah sekolah yang tidak seimbang dengan jumlah peserta didik.
Pasalnya, sejumlah SMP negeri di Banjarbaru seperti SMP Enam yang berada di Kecamatan Banjarbaru Utara dan SMP 13 Banjarbaru yang berada di Kecamatan Cempaka mengalami kekurangan siswa baru karena kalah bersaing dengan madrasah atau sekolah swasta berbasis agama.
Sementara itu, sejumlah SMP di Kecamatan Liang Anggang dan Landasan Ulin pada SPMB tahun lalu justru kelebihan jumlah pendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengaku akan melakukan pemetaan dengan berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk meminimalisir potensi membludaknya jumlah peserta didik di beberapa kecamatan.
Kedis Pendidikan menyebutkan, sistem penerimaan murid baru SPMB di Banjarbaru tahun 2026 meliputi jalur domisili, afirmasi, prestasi akademik dan non akademik, serta perpindahan orang tua.
“Untuk jalur zonasi atau domisili kita akan lakukan pemetaan dengan berkoordinasi dengan Disdukcapil dengan minta data perkembangan RT/RW di kelurahan dengan adanya perumahan baru. Jalur ada empat, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi dan kepindahan orang tua, juga jalur prestasi akademik dan non akademik,” ujarnya.
Kadis Pendidikan Banjarbaru menambahkan, untuk sistem penerimaan murid baru tingkat SMP pada jalur prestasi, selain prestasi akademik juga non akademik yakni untuk prestasi olahraga, seni, budaya, kreatif, serta pengalaman organisasi sebagai ketua OSIS ataupun Pramuka.
Reporter: Suhardadi





