Makan Gorengan pas Buka Puasa Boleh, Asal Ingat Batasannya

Jakarta, DUTA TV – Gorengan seolah menjadi menu takjil yang wajib ada di meja makan saat berbuka puasa. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat makanan ini sangat digemari oleh banyak orang.

Namun, mengonsumsi gorengan secara berlebihan ternyata sangat tidak disarankan karena dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh, terutama jantung.

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP FIHA menjelaskan bahwa idealnya saat berbuka puasa, tubuh membutuhkan asupan dengan gizi seimbang, bukan sekadar makanan tinggi lemak.

“Sebenarnya idealnya kita makan pola gizinya seimbang ya. Jadi sebenarnya kalau makanan-makanan dengan gorengan, apalagi sudah ditepungin lagi, itu karbo, dengan gorengan jadi ultra-process food lagi.

“Nah itu kadar lemaknya itu menjadi lebih tinggi. Jadi dia hanya tinggi karbohidrat dan tinggi lemak. Nah itu yang harus dipertimbangkan,” ucapnya.

Meskipun gorengan masuk dalam kategori makanan olahan berlebih (ultra-processed food), dr Yislam mengatakan bahwa mengonsumsinya sesekali masih diperbolehkan. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan pola hidup yang tetap sehat.

“Cuma ya kalau makan sesekali sih boleh aja ya. Cuma baiknya ya tetap kita lakukan pola hidup sehat, tetap olahraga teratur, terus tetap makanan tergizi lainnya.

“Misalnya konsumsi makanan tinggi protein, tinggi lemak sehat, nah itu lebih penting kita atur pola makan gizi kita lebih seimbang,” tambah dr Yislam.

Selama bulan Ramadan, pengaturan pola makan dengan pemenuhan gizi yang seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap bugar.

Pada intinya, dr Yislam Aljaidi tidak menyarankan menjadikan gorengan sebagai menu utama berbuka yang dikonsumsi setiap hari, apalagi jika dikombinasikan dengan makanan atau minuman tinggi gula secara rutin.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *