Bugar Saat Puasa, Olahraga Kuncinya

Banjarmasin, DUTA TV — Berpuasa selama satu bulan penuh kerap dimaknai sebagai waktu istirahat bagi tubuh dari pola makan harian.

Namun di sisi lain, puasa juga bisa menjadi momentum untuk memperbaiki gaya hidup, termasuk rutinitas olahraga.

Pelatih kebugaran bersertifikat internasional, Ana Hidayati, menilai puasa memiliki manfaat besar bagi tubuh jika dijalani dengan pola yang benar.

Olahraga selama puasa, lanjut Ana, bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu tubuh mengeluarkan racun melalui keringat serta merangsang produksi hormon endorfin—hormon yang memicu rasa bahagia dan mengurangi stres.

Lalu, kira-kira kapan waktu terbaik untuk berolahraga? Durasi ideal olahraga saat Ramadan berkisar antara 45 menit hingga satu jam. Untuk sesi sebelum berbuka, jenis latihan yang direkomendasikan adalah latihan kardio ringan seperti jalan kaki selama 45 menit atau latihan kekuatan dengan beban sedang yang berfokus pada otot inti.

Gerakan yang bisa dilakukan antara lain bodyweight squat, bench press dengan beban sedang, hingga Romanian deadlift. Gerakan komponen atau compound movement seperti ini dinilai efektif melatih beberapa kelompok otot sekaligus tanpa membuat tubuh terlalu lelah.

“Puasa itu sangat penting, karena berpuasa sama dengan mendetoks tubuh. Dalam satu bulan Ramadan, tubuh kita seperti diberi kesempatan membersihkan diri. Tapi tentu saja harus diimbangi dengan pola hidup sehat, termasuk olahraga yang teratur. Kalau memang sebelumnya latihan setiap hari, silakan tetap dilakukan setiap hari. Kalau biasanya dua sampai tiga kali seminggu, ya tetap dengan frekuensi itu. Tapi untuk pemula, saya sarankan cukup dua kali seminggu selama Ramadan,” jelas Ana.

Agar tubuh tetap beradaptasi bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga setiap hari, rutinitas tersebut tetap bisa dilanjutkan selama Ramadan.

Selain olahraga, kunci utama menjaga kebugaran selama puasa terletak pada pola makan, terutama saat sahur.

Ana menekankan pentingnya asupan gizi seimbang agar energi tetap stabil dari waktu sahur hingga berbuka.

Ia juga menyarankan untuk membatasi konsumsi teh saat sahur karena bersifat diuretik yang dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Sementara kopi masih diperbolehkan bagi mereka yang sudah terbiasa dan tidak memiliki gangguan lambung.

“Tip menjalankan puasa tetap bugar itu kuncinya di sahur. Perbanyak protein seperti telur, ayam, atau ikan. Konsumsi juga karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum supaya energi tahan lama. Hindari makanan yang terlalu manis dan asin karena bisa menyebabkan dehidrasi,” tambahnya.

Dunia kebugaran tentu bukan hal baru bagi ibu dua anak ini. Ia sendiri sudah aktif mengandrungi fitness sejak 2014. Bahkan kecintaannya terhadap olahraga satu ini membuatnya mengantongi sejumlah lisensi yakni Fitness Edutraining Asia atau FEA serta lisensi pelatih fisik nasional dari Lankor, ICCA, dan ISSO.

Ia menegaskan, olahraga saat puasa tetap aman dilakukan asalkan disesuaikan dengan intensitas dan kondisi masing-masing individu.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *