Stok Daging dan Telur di Kalsel Aman, Warga Diminta Tenang Sambut Ramadan 1447 H

Banjarmasin, Duta TV — Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan diminta tetap tenang terkait ketersediaan bahan pangan. Pemerintah memastikan stok daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras dalam kondisi aman dan surplus.

Berdasarkan laporan resmi Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel dalam Proyeksi Kesiapan Pangan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, produksi sejumlah komoditas strategis di daerah ini melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi PKB, Suripno Sumas, mengatakan transparansi data ini penting agar masyarakat tidak khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Data resmi pemerintah menunjukkan stok dalam kondisi aman dan harga dalam kendali. Masyarakat tidak perlu panic buying. Mari kita sambut Ramadan dengan tenang dan penuh kekhusyukan,” ujarnya.

Data Disbunnak mencatat produksi daging ayam broiler Kalsel tahun 2025 mencapai 123.330.490 kilogram. Sementara kebutuhan lokal hanya sekitar 52.649.028 kilogram atau 43 persen dari total produksi. Dengan konsumsi per kapita 18,73 kilogram per tahun, Kalsel ditegaskan sebagai daerah surplus ayam pedaging.

Untuk komoditas telur ayam ras, total produksi mencapai 114.010.250 kilogram. Adapun kebutuhan daerah sekitar 50.001.385 kilogram dengan konsumsi 27,28 kilogram per kapita per tahun. Artinya, pasokan telur dipastikan aman dan berlebih menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pada sektor hulu, distribusi bibit ayam (DOC) Januari 2026 menunjukkan total produksi 8.213.300 ekor DOC broiler, dengan 84 persen atau 6.907.898 ekor terserap di Kalsel. Sementara DOC layer (ayam petelur) sebanyak 127.500 ekor sepenuhnya dialokasikan untuk kebutuhan daerah.

Kondisi ini menunjukkan rantai produksi berjalan baik dan berkesinambungan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Selain mampu memenuhi kebutuhan internal, Kalimantan Selatan juga berperan sebagai penyangga pangan regional bagi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Kelebihan produksi ayam dan telur turut menyuplai provinsi tetangga, memperkuat posisi Kalsel sebagai daerah surplus dan stabil.

Untuk menjaga stabilitas stok dan harga, Pemerintah Provinsi melalui Disbunnak menjalankan empat langkah strategis, yakni monitoring lapangan ke RPHU, cold storage, dan rumah potong hewan; pengawasan sektor hulu di peternakan rakyat dan industri; kolaborasi dengan Pinsar, industri breeder, dan pakan; serta koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota.

Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stok aman, harga stabil, dan sinergi berkelanjutan.

Suripno mengajak masyarakat berbelanja secara wajar dan bijak serta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Dengan data yang transparan dan pengawasan yang ketat, kita optimistis Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutupnya.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *