Jelang Puasa, Stok Minyak Goreng Aman, Harga Bervariasi

Banjarmasin, Duta TV — Menjelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai menunjukkan pergerakan. Salah satunya harga minyak goreng yang kini mengalami perbedaan tren antara minyak goreng bersubsidi pemerintah dan minyak goreng komersial bermerek.

Di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, minyak goreng bersubsidi justru mengalami penurunan harga. Para pedagang menjual minyak goreng subsidi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu. Kondisi ini dinilai cukup membantu masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Sementara itu, harga minyak goreng komersial dengan berbagai merek justru mengalami kenaikan. Kenaikan ini rata-rata mencapai Rp1.000 per liter. Diperkirakan, kenaikan dipicu meningkatnya permintaan konsumen menjelang Ramadhan.

Pedagang menyebut, kenaikan harga minyak goreng komersial terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Permintaan biasanya melonjak untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kuliner, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar.

Meski demikian, ketersediaan minyak goreng bersubsidi pemerintah di Pasar Sentra Antasari saat ini dinilai masih aman dan mencukupi. Hal ini membuat pedagang lebih mengandalkan pasokan minyak subsidi dibandingkan minyak komersial yang harganya relatif lebih mahal.

“Kalau minyak komersial ada kenaikan harga. Kalau minyak yang disubsidi pemerintah malah turun. Sebelumnya kami jual delapan belas ribu, sekarang jadi lima belas ribu lima ratus. Yang naik itu kebanyakan minyak bermerek seperti Bimoli, Alif, Jar. Naiknya sekitar seribu per liter. Dulu dua puluh satu ribu, sekarang sudah dua puluh dua sampai dua puluh tiga ribu,” ucap Husin, pedagang sembako di Pasar Sentra Antasari.

Pedagang berharap distribusi minyak goreng bersubsidi tetap lancar selama Ramadhan agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu. Sementara itu, pemerintah daerah diminta terus melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah lonjakan harga yang berlebihan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *