BSU Guru Madrasah Ada yang Belum Cair. Mengapa Begitu ?

Jakarta, DUTA TV – Bantuan Subsidi Upah (BSU) guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) mulai dicairkan langsung ke rekening masing-masing. Namun, beberapa guru disebut belum menerimanya, mengapa bisa begitu?

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag, Fesal Musa’ad menyebutkan keterlambatan BSU cair diakibatkan lantaran ada kendala di proses transfer rekening. Ketika dana dicairkan, proses transfer tidak berhasil sehingga berstatus return atau pengembalian oleh bank.

Berbagai rekening penerima yang terkendala juga telah ditelusuri oleh Fesal. Mereka yang mengalami kendala dikarenakan menggunakan bank digital (sea bank, dana, dan lainnya) serta bank perkreditan rakyat.

Selain itu, kendala return juga bisa terjadi lantaran adanya ketidak sesuaian nomor rekening, nama pemilik rekening, dan nama bank.

Mengetahui hal ini, Fesal menyebut pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi (verval) ulang terhadap data rekening penerima.

Dari bank penyalur, yakni Mandiri, data dilimpahkan kembali kepada kantor wilayah (Kanwil) dan kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Ditjen GTK Madrasah Kemenag sendiri sudah menerima data ini sejak 26 Januari 2026.

Data kemudian telah diperbaiki oleh guru dan tendik penerima manfaat lalu dikembalikan ke Bank Mandiri pada 28 Januari 2026. Untuk diingat, proses perbaikan data dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat ke madrasah.

“Alurnya dari pusat ke provinsi, kemudian ke kabupaten/kota, lalu ke madrasah untuk disampaikan kepada masing-masing penerima agar dilakukan perbaikan data.

“Setelah itu, data dikirim kembali secara berjenjang hingga ke pusat,” ungkap Fesal dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan operator di Kemenag pusat dan daerah akan terus berupaya menyelesaikan proses verifikasi dan validasi secara optimal.

Kemenag juga akan terus berkoordinasi dengan pihak bank sehingga proses perbaikan data segera rampung.

Dilansir dari postingan Instagram Kemenag, dijelaskan penerima BSU 2025 mencapai 211.992 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 186.148 guru madrasah nonASN dan 25.844 tenaga kependidikan madrasah nonASN di seluruh Indonesia.

Besaran BSU yang diberikan adalah Rp 600 ribu yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru dan tenaga kependidikan.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *