Pengamat Ekonomi: Investasi Emas dalam Jangka Panjang Sangat Menguntungkan

Banjarmasin, DUTA TVEmas kembali menjadi primadona di kalangan masyarakat. Ketidakpastian ekonomi global, ditambah kekhawatiran akan melemahnya nilai tukar rupiah, mendorong banyak orang beralih mengamankan asetnya ke logam mulia.

Emas diyakini sebagai instrumen investasi yang relatif aman karena mampu menjaga nilai kekayaan dari tekanan inflasi maupun fluktuasi mata uang.

Fenomena ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar domestik. Masyarakat menilai emas memiliki karakteristik yang stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang, sehingga dianggap lebih aman dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Di tingkat global, faktor geoekonomi dan keamanan internasional turut memengaruhi pergerakan harga emas. Negara-negara dengan cadangan emas besar, terutama Amerika Serikat, dinilai memiliki posisi strategis dalam mengendalikan perekonomian internasional.

Kondisi ini membuat Amerika menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari meningkatnya nilai emas di pasar global. Sementara itu, di dalam negeri, terdapat sejumlah pelaku besar yang aktif bermain di sektor emas. Mereka umumnya berasal dari kelompok masyarakat dengan kemampuan finansial tinggi yang memanfaatkan emas sebagai alat lindung nilai sekaligus investasi jangka panjang.

“Kalau kita lihat dari sisi emas, emas sekarang sudah menjadi komoditas utama. Di Indonesia, dengan semakin banyaknya masyarakat yang khawatir terhadap penurunan nilai rupiah, emas menjadi salah satu instrumen yang bisa mengamankan nilai kekayaan. Itu yang diyakini masyarakat, sehingga banyak yang beralih menyimpan kekayaannya dalam bentuk emas,” ujar Prof. Ahmad Yunani, Pakar Ekonomi sekaligus Dekan FEB ULM.

Para pengamat menilai, selama ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung dan nilai tukar rupiah berfluktuasi, emas akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga stabilitas kekayaan. Dengan tren kenaikan yang relatif konsisten, emas diprediksi masih akan menjadi komoditas strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: Nina Megasari dan Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *