Banjir Parah Rendam Desa Handil Nagara, Warga Bertahan Meski Aktivitas Lumpuh

Tanah Laut, DUTA TV Banjir parah melanda Desa Handil Nagara, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Ketinggian air di permukiman warga telah mencapai paha orang dewasa sehingga aktivitas sehari-hari warga menjadi sangat sulit.

Meski demikian, hampir sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Kepala Dusun Handil Nagara, Solehah, mengatakan banjir merendam hampir seluruh wilayah desa, termasuk fasilitas umum.

Data sementara mencatat sebanyak 237 kepala keluarga dengan total 732 jiwa terdampak banjir. Sebagian warga, terutama yang memiliki balita dan lansia, memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Warga yang terdampak ada 237 KK dengan jumlah jiwa 732 jiwa. Sebagian ada yang punya anak balita dan lansia yang mengungsi, selebihnya masih dapat bertahan di rumah. Semuanya terendam, fasilitas umum pun seperti sekolah dan langgar, cuma masjid yang baru dibangun itu saja yang agak tinggi,” ujar Solehah.

Sementara itu, bertahannya warga di rumah membuat aktivitas sehari-hari semakin berat. Rahmawati, salah satu warga terdampak, mengaku sudah lebih dari sepekan air menggenangi rumahnya sehingga untuk beraktivitas di luar rumah ia harus menggunakan perahu.

“Sudah satu minggu lebih , kalau di dalam rumah sudah sampai paha. Beraktivitas keluar memakai perahu. Masak air kesulitan. Lebih nyaman di rumah sendiri jadi bertahan aja,” ucapnya.

Hal serupa juga dirasakan Muhyar, salah satu lansia yang menyebut banjir kali ini berlangsung cukup lama. Ia memilih tetap bertahan sementara sang istri sudah diungsikan ke tempat sang anak.

“Sudah hampir satu bulan. Tidur sulit. Selalu terjadi mulai tahun 2021 yang paling dalam, yang kedua saat ini. Saya tidak mengungsi, tapi istri ke Bati-Bati mengungsi ke tempat anak saya. Tidak mengungsi karena kepikiran rumah,” jelasnya.

Desa Handil Nagara merupakan salah satu desa terparah yang diterjang banjir di Kecamatan Kurau. Beberapa desa lain di sekitarnya seperti Desa Kali Besar, Beruntung Baru, Bumi Harapan, dan Bumi Makmur juga mengalami hal serupa dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *