Kalau Indonesia Punya Wisata Religi, Eropa Kembangkan Wisata Kuburan

Jakarta, DUTA TV – Kalau kita terbiasa mendengar wisata religi, lain lagi dengan Eropa.

Alih-alih mengunjungi objek wisata yang sudah populer, mereka kini mengembangkan wisata kuburan dengan destinasi yang tersebar di banyak tempat.

Tren itu berkembang seiring semakin banyaknya komunitas taphophile – sebutan bagi mereka yang tertarik pada pemakaman dan batu nisan – di Eropa.

Mereka menjelajahi pemakaman, mempelajari batu nisan, yang menawarkan wawasan unik tentang budaya dan sejarah suatu negara.

Mengutip Euro News, (18/10/2025), semakin populernya wisata kuburan, para pakar perjalanan menyebut hal itu memberikan kesempatan langka untuk ‘memberontak terhadap wisata belanja’ yang menghadapi masalah overtourism di sebagian besar wilayah Eropa.

Lalu, apa daya tariknya?

Jono Namara membangun ketertarikannya pada nisan dan pemakaman lewat kecintaannya pada segala hal yang berbau sejarah dan gotik.

Pembuat film sekaligus taphophile itu telah mengunjungi ratusan pemakaman di seluruh Eropa.

“Kuburan bukanlah tempat yang menakutkan atau menyeramkan,” katanya.

Ia justru menemukan wajah asli sebuah kota atau daerah lewat kunjungannya ke pemakaman yang dianggapnya sebagai ‘museum terbuka’ yang dibentuk oleh seni, arsitektur, dan kepercayaan.

“Pemakaman biasanya terletak di lingkungan yang sebenarnya, jauh dari tur bus dan toko suvenir,” kata Namara.

Karena itu, pemakaman bisa menceritakan kisah sebuah kota ‘tanpa keramaian atau klise’.

Lewat ‘monumen dan misteri’ yang ditinggalkan oleh mereka yang telah mati, sambung dia, hal itu bisa terus membentuk kehidupan.

“Dalam mencarinya, Anda menjelajahi kehidupan sehari-hari suatu tempat. Anda melihat bagaimana suatu budaya mengenang orang matinya.”

“Anda melihat bagaimana suatu budaya mengenang orang matinya, dan dengan melakukannya, Anda memahami bagaimana budaya itu memilih untuk hidup,” ia menambahkan.

Alasan yang sama dikemukakan Dr. Dan O’Brien yang bekerja sebagai sejarawan kematian di Universitas Bath di Inggris menekuni wisata kuburan.

Kecintaannya pada berjalan kaki dan minatnya pada sejarah mendorongnya menjelajahi situs-situs pemakaman di sela-sela rapat kerja.

Ia bahkan ‘kecanduan’ menemukan kuburan baru dan mulai mengembangkan minat khusus untuk menemukan memento mori di batu nisan (tengkorak dan tulang yang melambangkan keniscayaan kematian).(lip6)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *