Air Memasak di SPPG Tungkaran Terkontaminasi 265 Koloni Bakteri E-Coli

Martapura, DUTA TV — Keracunan massal menimpa 134 pelajar di Martapura setelah menyantap menu makan bergizi gratis yang disuplai dari SPPG atau dapur MBG Tungkaran pada sembilan Oktober lalu.
Menindaklanjuti insiden keracunan massal tersebut, Dinas Kesehatan Banjar menyebut bahwa air untuk memasak di SPPG Tungkaran terkontaminasi 265 koloni bakteri E-Coli.
Dinkes Banjar mengungkap hasil uji laboratorium dari nasi kuning, ayam suwir, tempe goreng, dan melon menunjukkan angka mikroba di atas batas normal yang seharusnya kurang dari 1,1.
Hasil uji juga menunjukkan bahwa air yang digunakan di SPPG Tungkaran positif mengandung bakteri E-Coli sebanyak 265 koloni. Kondisi ini mengindikasikan adanya kontaminasi dalam proses pengolahan ataupun dalam penyimpanan makanan hingga tahap distribusi MBG ke sekolah-sekolah di Martapura.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat meninjau distribusi MBG di SMP Negeri 5 Banjarbaru juga membenarkan jika hasil uji laboratorium forensik dari sampel menu MBG yang menyebabkan keracunan ratusan siswa di Martapura telah keluar hasilnya. Namun, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan tidak menyampaikan secara detail spesifikasi hasil uji laboratorium karena masih menunggu keterangan dari Badan Gizi Nasional atau BGN.
“Hasil uji lab untuk sampel kasus keracunan massal di Martapura sudah ada, tapi nanti yang menjelaskan dari BGN (Badan Gizi Nasional),” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan pelajar terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ratu Zaleha Martapura setelah diduga mengalami keracunan MBG. Ratusan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga SMA di delapan sekolah Martapura mengalami gejala lemas, pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis MBG di sekolah, yang mana menu makan tersebut disuplai dari SPPG Tungkaran.
Reporter: Suhardadi





