Ratusan Wali Lapor Kehilangan Santri Saat Musholla Ponpes di Sidoarjo Ambruk

Sidoarjo, DUTA TV — Bangunan musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk dan menelan korban jiwa. Proses evakuasi masih terus dilakukan.
Namun polisi belum ingin menyelidiki dugaan unsur pidana di balik tragedi yang memakan korban santri.
Sementara itu, ratusan wali santri membuat laporan kehilangan akibat peristiwa itu.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan jumlah laporan yang masuk mencapai 172, di mana sebagian laporan sudah menemukan jawaban.
“172 [laporan masuk], tapi sudah sebagian, sudah bertemu dan ada 300 lebih keluarga yang ketemu anaknya itu kembali ke rumah,” kata Adhy saat meninjau lokasi kejadian, Selasa (30/9).
Adhy mengatakan tim SAR gabungan sudah terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan telah menyalurkan makanan, minuman serta oksigen agar mereka bisa bertahan.
Hingga Selasa (30/9) malam, ada tiga korban dinyatakan meninggal dunia.
Korban pertama adalah Mualana Sefian Ibrahim, warga Kalinayar, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Ia ditemukan meninggal pada Senin (29/9).
Dua korban meninggal lainnya dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo atas nama Mochammad Mashudulhaq (14), warga Kali Kendal Dukuh Pakis Surabaya, dan Muhammad Soleh (22) asal Bangka Belitung.
Di RSUD Notopuro Sidoarjo terdapat 40 orang yang dirawat. Sebanyak 38 orang lainnya mengalami luka. Dari total korban luka, 8 di antaranya masih dirawat dan sisanya sudah pulang.
Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo Atok Irawan menyebut masih ada 1 pasien yang statusnya ada di zona merah karena masih dirawat di IGD.
“Tinggal satu ini yang di zona merah IGD, yang dua yang meninggal barusan,” kata Atok.
Sementara itu, Adhy Karyono menuturkan masih ada tujuh korban yang terdeteksi bertahan hidup.
“Yang masih hidup dan terdeteksi ada tujuh lagi. Ada satu sektor yang di belakang satu orang, kemudian di tengah satu orang, di samping kanan lima orang. Itu terdeteksi masih komunikasi,” kata Adhy di lokasi kejadian.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan proses evakuasi korban mengalami kendala karena konstruksi reruntuhan yang tidak stabil.
Emil meminta kepada pihak keluarga dan masyarakat sekitar agar tak mendekat ke lokasi kejadian.
Saat ini, area di sekitar Ponpes Al Khoziny pun disterilisasi dengan lebih ketat untuk menjaga keselamatan semua pihak.(cnni)





