Membanggakan, Lulusan STIKES ISFI Raih Nilai Uji Kompetensi Tertinggi se-Regional 3

Banjarmasin, DUTA TV — Aulia Faizatus Sholehah mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari guru besar STIKES ISFI atas prestasinya yang meraih nilai tertinggi pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia se-Regional 3 meliputi wilayah Jawa Timur, Kalimantan, dan Bali.
Dalam uji kompetensi itu Aulia meraih nilai 92,22. Raihan prestasi ini sejalan dengan komitmen STIKES ISFI yang terus mempertahankan 100 persen kelulusan kompeten.
Selain Aulia, juga diberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik lainnya yang meraih IPK tertinggi di masing-masing prodi. Mereka adalah Anisa Nur Juwita yang meraih IPK 3,95 dari Prodi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, serta Rinda Nur Fitri dari Prodi D-3 Farmasi yang meraih IPK 3,99.
Keduanya mengaku bangga bisa menorehkan prestasi dan berharap bisa kembali melanjutkan pendidikan hingga profesi apoteker.
Wisudawati nilai UKMPDFI tertinggi se-Regional 3, Aulia Faizatus Sholehah, A.Md. Farm, membagikan kunci belajarnya yang lebih banyak berlatih soal dari berbagai sumber.
“Lebih sering latihan soal, nggak cuma dari buku, kadang bisa di internet atau TikTok, kadang juga ada tryout gratis ikut juga latihan soal. Mungkin fokus kerja aja dulu, sudah kerja di Apotik BJB. Mungkin kalau ada waktunya ingin lanjutkan studi lagi,” ujar Aulia.
Sementara itu, wisudawati S1 terbaik, Annisa Juwita Nur, S.Farm, mengatakan pentingnya mencari cara belajar yang paling nyaman agar bisa meraih prestasi.
“Cari cara belajar yang nyaman gitu supaya bisa belajar, supaya bisa meraih terbaik. Cari cara belajar ternyaman, bisa catat warna-warni, diulang. Alhamdulillah bangga, insyaAllah kalau selesai kontrak kerja lanjut apoteker, sudah kerja di Apotik K24,” jelas Annisa.
Sedangkan wisudawati D3 terbaik, Rinda Nur Fitri, A.Md. Farm, menuturkan bahwa konsistensi jadwal belajar menjadi kunci keberhasilannya.
“Belajarnya harus dijadwalkan, terus juga waktu itu Bu Erna pernah kasih tips kalau belajar harus tiga kali, jadi saya nerapin itu setelah UAS. Jadi itu berkepanjangan saya melakukannya. Mungkin bekerja dulu baru nanti lanjut studi lagi, belum bekerja, mau lanjut ahli jenjang dulu, nanti kalau ada kesempatan lanjut apoteker,” terang Rinda.
Ketua STIKES ISFI Banjarmasin, Apt. Erna Prihandiwati, S.F., M.Farm., mengatakan bahwa kelulusan 132 mahasiswa dan mahasiswinya dengan prestasi membanggakan ini menandakan jebolan STIKES ISFI berkompeten dan siap kerja.
“Jadi kalau ditotal-total alumni dari STIKES ISFI Banjarmasin Alhamdulillah sudah meluluskan 1034 lulusan. Dan Alhamdulillah raihan di tahun 2025 untuk Prodi D3 Farmasi, untuk Ujian Kompetensi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia meraih juara pertama tertinggi se-Regional 3 Jawa, Kalimantan, dan Surabaya,” ungkap Erna.
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi kampus dalam menjaga kualitas pendidikan.
“Dan Alhamdulillah selama tahun ke tahun kami bisa mempertahankan 100 persen kelulusan kompeten untuk Prodi D3 Farmasi. Artinya tersertifikasi, terbukti kompeten secara nasional, artinya terakui secara nasional, tersertifikasi dan tentunya siap kerja. Bahkan sebelum lulus pun banyak yang sudah terdistribusi, mereka sudah di-keep oleh stakeholder. Itu suatu kepercayaan untuk kami,” tambahnya.
Prosesi wisuda turut disaksikan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang juga berlatar belakang kesehatan. Wakil Wali Kota berpesan agar para lulusan STIKES ISFI bisa ikut berkontribusi meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Banjarmasin.
“Lulusan dari ISFI ini bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Banjarmasin, karena untuk meningkatkan SDM kita yakin bahwa hanya ada pendidikan dan kesehatan,” ujar Hj Ananda.
Selain mengikuti prosesi wisuda, para lulusan mengucapkan sumpah dan janji. Selanjutnya mereka dilantik untuk mengabdikan diri memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan, STIKES ISFI rutin meninjau kurikulum serta menghadirkan kuliah pakar sebanyak 14 kali per tahun akademik. Dua prodi di STIKES ISFI sendiri saat ini sudah terakreditasi Baik Sekali.
Saat ini pun STIKES ISFI sudah mengajukan pembukaan prodi baru, yakni Profesi Apoteker. Prodi Profesi Apoteker sendiri tengah memasuki tahap evaluasi lapangan oleh Kemendikbudristek.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti




