“Perempuan Pembawa Sial” Hadirkan Horor Jawa dengan Sentuhan Elegan

BANJARMASIN, Duta TV – Sutradara Fajar Nugros kembali ke genre horor setelah sukses dengan Inang (2022), lewat karya terbarunya berjudul Perempuan Pembawa Sial. Film produksi IDN Pictures ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 September 2025.

Berbeda dengan kisah dongeng klasik, film ini menyoroti kehidupan Mirah (Raihaanun), perempuan berusia 32 tahun yang dikutuk nasib tragis. Setiap pria yang dicintainya selalu berakhir dalam kemalangan hingga kematian. Kutukan itu erat kaitannya dengan mitos Jawa Bahu Laweyan dan kisah Bawang Putih Bawang Merah, yang dihidupkan kembali dengan sentuhan baru dan atmosfer horor yang elegan.

Selain Raihaanun, film ini juga dibintangi oleh Clara Bernadeth sebagai Puti, adik tiri Mirah yang perlahan menjauh; Morgan Oey sebagai Bana, pria baik hati dengan masa lalu misterius; serta Rukman Rosadi sebagai Sunyoto, kepala pabrik wig dengan tabiat gelap. Sosok Lasmi (Aurra Kharisma) digambarkan sebagai jelmaan Laweyan yang selalu hadir dengan delman berkusir tanpa kepala sebelum mencabut nyawa mangsanya.

Tak ketinggalan, Didik Nini Thowok memerankan Mbah Warso, tokoh mistis yang disegani di kampung Mirah, sementara Banyu Bening tampil sebagai Aryo, suami pertama Mirah yang tewas tragis akibat kutukan.

Film ini sebelumnya diputar perdana di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2024 dan berhasil meraih penghargaan Best Editing. Selama proses produksi, para pemain mengaku melakukan pendalaman karakter intensif, membangun chemistry, hingga merasakan pengalaman unik saat menghadirkan nuansa mistis di lokasi syuting.

Menurut Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial tidak hanya menampilkan kengerian, tetapi juga menggali sisi budaya lokal yang kuat. “Film ini tentang karma masa lalu, persaingan saudara (sibling rivalry), dan bagaimana kutukan bisa menghantui lintas generasi,” ujarnya.

Film ini pun mendapat apresiasi positif dari komunitas penonton. Saat pemutaran screaning di XXI Duta Mall Banjarmasin, Kamis (11/9/2025) malam, Nurliana dan Nurul Maghfiroh dari komunitas nonbar film Banjarmasin menilai banyak sekali pesan yang bisa dipetik dalam film ini. “Suka aja film horor, filmnya keren, ratenya 9,5 lah, banyak pesan-pesan yang disampaikan,” kata mereka. 

Dengan eksekusi horor yang memadukan tradisi Jawa, narasi emosional, dan visual elegan, Perempuan Pembawa Sial digadang-gadang menjadi salah satu film horor lokal paling ditunggu tahun ini.

Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *