Diduga Palsukan Tanda Tangan Hasnuryadi, Ketua DPD Golkar Tanah Laut Dilaporkan

Banjarmasin, DUTA TV — Politisi senior Partai Golkar Puar Junaidi melaporkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut Rahimullah ke Polresta Banjarmasin, Rabu siang (10/09/2025).

Ia dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen mencantumkan tanda tangan Hasnuryadi Sulaiman selaku Ketua DPD Partai Golkar terpilih periode 2025–2030.

Pelaporan didasari atas pembuatan surat rekomendasi dari DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel perihal rekomendasi penggantian antar waktu anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut.

Rahimullah dilaporkan bersama dua orang lainnya yang diduga ikut terlibat, yakni Donny Ristianto selaku staf Sekretariat DPD Partai Golkar Kalsel dan Sekretaris DPD Partai Golkar Tanah Laut Ali Hanafiah.

“Staf sekretariat atas nama Donny Ristianto, kedua Ketua DPD Golkar Tala Haji Rahim, ketiga Pak Ali Hanafiah selaku sekretaris. Karena beliaulah yang memohonkan untuk diterbitkannya surat dari DPD Golkar Kalsel,” jelas Junaidi.

Puar Junaidi menyebut pada surat itu terdapat tanda tangan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel terpilih Hasnuryadi Sulaiman yang diduga dipalsukan.

Sementara Hasnuryadi sendiri disebut tak pernah memerintahkan dan menandatangani surat rekomendasi PAW dua kader Golkar yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut.

“Saya meminta kepada aparat penegak hukum agar supaya menindaklanjuti terhadap laporan saya sebagai kader Partai Golkar yang merasa keberatan atas tindakan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk dan atas nama Partai Golkar. Demi menjaga harkat dan martabat Partai Golkar ini agar diusut secara tuntas,” tambahnya.

Dugaan pemalsuan dokumen ini terungkap dari hasil penelusuran di internal DPD Golkar Kalsel setelah adanya konfirmasi dari KPU Kabupaten Tanah Laut ke anggota DPD Golkar Kalsel terkait PAW DPRD Kabupaten Tanah Laut.

Kedua kader Golkar itu yakni Musdalifah dan Agus Prasetya Budiono. Keduanya disebut mengundurkan diri, namun ternyata dipaksa mundur berdasarkan surat dari DPD Golkar Kalsel yang diduga telah dipalsukan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *