Pentingnya Pola Asuh Guna Cetak Generasi Emas Penerus Banua

DUTA TV BANJARMASIN – Dinas P3A, BKKBN dan juga dinas kesehatan Kalsel berkolaborasi dalam melaksanakan seminar nasional seputar pola asuh anak di gedung Mahligai Pancasila, Kamis pagi (04/07/2019).
Seminar ini sendiri mengangkat tema gerakan pengasuhan optimal tumbuh kembang anak dengan menghadirkan empat narasumber yang ahli dibidangnya yakni Dr. Rose Mini dengan materi pola asuh optimal untuk tumbuh kembang balita, Hadi Utomo dengan materi konvensi hak anak dalam pola pengasuhan anak, Dra. Evi Ratnawati dengan materi pengasuhan anak melalui bina keluarga balita dan juga Dr. Dwi Hastuti dengan materi pembentukan karakter anak sejak dini.
Selain itu juga ada materi peran keluarga dalam pola asuh anak yang turut disampaikan oleh ketua Bhayangkari daerah Kalsel. Sementara itu pola pengasuhan anak yang baik dan sesuai dengan pemenuhan perlindungan anak tentu sangat penting. Mengingat hal inilah yang nantinya bakal menjadi penentu kualitas generasi penerus di banua, oleh karena itu program-program seperti seminar ini akan terus digaungkan.

Husnul Hatimah, Kadis P3A Pemprov Kalsel.
“Dalam keluarga itu ada ayah, ibu, anak dan yang utama itu pengasuhan anak yang baik dan sesuai dengan pemenuhan perlindungan anak, ini sesuai dengan visi misi paman Birin untuk meningkatkan SDM di banua yang agamais serta sehat, sejahtera kita berbicara anak makanya kita menyiapkan generasi akan datang itu tugas kita membentuk generasi emas,†ungkap Husnul Hatimah Kadis P3A provinsi Kalsel.

Heriansyah, Asisten III Sekda Prov. Kalsel.
“Jadi untuk seluruh perempuan muda yang baru membangun rumah tangga, maka kita ajari pola asuh yang baik karena mereka itu salah satu harapan bagi bangsa untuk menjadikan anak generasi yang lebih baik,†tambah Heriansyah asisten III Sekda provinsi Kalsel yang turut memberikan sambutan mewakili gubernur Kalimantan Selatan.

Foto bersama usai penyerahan hadiah.
Sementara itu, disela kegiatan seminar turut diserahkan hadiah bagi pemenang lomba inovasi pencegahan perkawinan anak tingkat provinsi Kalsel dalam hal ini juara pertama disabet oleh kabupaten Tapin.
Tim Liputan





