KUA PPAS APBD 2026 Kalsel Ditandatangani, Anggaran Dinas Dipangkas 50%

Banjarmasin, DUTA TV — Dalam Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, ditandatangani Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2026. Dalam KUA PPAS tersebut disepakati anggaran dinas dipangkas sebesar 50 persen.
Menurut Ketua DPRD Kalsel Supian HK, kesepakatan pemotongan anggaran itu sudah difinalisasi sehari sebelumnya oleh Badan Anggaran.
Jika semula pos pendapatan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp10 triliun 31 miliar lebih, maka di tahun 2026 hanya dipatok Rp9 triliun 420 miliar lebih, atau turun sekitar Rp611 miliar.
Sementara untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada pos APBD tahun 2025 yang semula Rp4 triliun 629 miliar lebih, di tahun 2026 hanya Rp4 triliun 614 miliar, atau turun sekitar Rp15 miliar.
Pemotongan atau efisiensi anggaran tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat terukur dan terarah sesuai dengan kebutuhan daerah.
Kendati demikian, di momentum Hari Jadi Kalsel ini, DPRD Kalsel memastikan siap terus berkolaborasi dan bersinergi. Meskipun di tengah efisiensi, pihaknya akan mengoptimalkan pembangunan Kalsel ke arah yang lebih baik.
“Alhamdulillah kita sudah 75 tahun, Provinsi Kalsel momentum hari ini adalah bekerja bersama, merangkul semua, itu adalah visi misi gubernur lima tahun ke depan, suatu agenda besar pertama gubernur diharapkan bisa memilah-milah program sesuai yang ditandatangani hari ini.”
“Semoga hari jadi ini ditemukan di tahun-tahun yang akan datang, kami siap mendukung program yang berpihak kepada rakyat,” ujar Supian.
Sementara itu, berdasarkan catatan, belanja pada APBD murni 2025 berkisar Rp11 triliun 728 miliar, turun Rp1 triliun 362 miliar di tahun 2026. Sehingga belanja di 2026 diproyeksikan hanya Rp10 triliun 365 miliar.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





