Dewan Gali Potensi Usaha Warga Bincau Selain Tambak Ikan

KABUPATEN BANJAR, DUTA TV — Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, menggali potensi usaha warga Desa Bincau selain bertambak ikan.
Potensi itu ia gali lewat pelatihan, disela sosialisasi Perda tentang pemberdayaan masyarakat dan desa. Lewat pelatihan ini, Abidinsyah ingin warga tak terfokus pada satu jenis usaha saja.
Wakil rakyat dari Partai Demokrat ini mengharapkan warga bisa terus berinovasi, yang tujuannya tak lain untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Dalam pelatihan ini pun, para ibu rumah tangga diajari membuat penganan seperti kacang kribo beraneka rasa, brownies kukus, dan tingting kacang.
Pasca pelatihan ini, masyarakat diminta untuk terus berkoordinasi dengan Dekranasda setempat sebagai upaya pembinaan dan pengembangan usaha.
“Pada hari ini kami melaksanakan sosialisasi ini dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Bincau ini dalam rangka mendukung Perda tentang pemberdayaan masyarakat dan desa. Kami juga sekaligus mengaplikasikan peraturan ini melalui pelatihan. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini masyarakat kami, Desa Bincau, bisa lebih terampil dan bisa menjadi pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Jayadi, Kepala Desa Bincau, mengatakan, pelatihan yang dipimpin oleh Pak Abidinsyah berkomitmen untuk meningkatkan usaha masyarakat Bincau.
“Pelatihan yang dipimpin oleh Pak Abidinsyah, di mana beliau berkomitmen bahwa untuk meningkatkan usaha masyarakat Bincau dalam rangka melatih keterampilan untuk ibu-ibu khususnya pada hari ini, di mana dalam pelatihan ini peningkatan usaha UMKM. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan kami mengucapkan terima kasih atas diadakannya pelatihan ini,” tuturnya.
Sementara Ahmadi, Ketua BPD Bincau, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota DPRD Kalsel.
“Terima kasih kepada anggota DPRD Kalsel yang berkenan memberikan kesempatan untuk datang ke desa kami, untuk mendapatkan pelatihan untuk UMKM. Dan tentunya ini akan meningkatkan keterampilan dan dalam rangka menunjang UMKM itu sendiri,” ungkapnya.
Disela pelatihan ini, masyarakat juga menyampaikan keluhannya terkait kendala dalam memulai usaha makanan ringan seperti yang dipraktikkan. Salah satu keluhan itu adalah terkait pengemasan. Warga berharap pembinaan tak hanya dalam bentuk pelatihan, melainkan dukungan seperti bantuan permodalan, pengemasan, hingga sertifikasi halal.
Reporter: Tim Liputan





