Ruang Kelas Kurang, Siswa-Siswi SDN 2 Laura Banjarbaru Belajar Lesehan

Banjarbaru, DUTA TV — Selama dua tahun terakhir, siswa kelas tiga di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Landasan Ulin Utara (Laura), Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, harus menjalani proses belajar mengajar dengan lesehan di lantai.

Kegiatan belajar terpaksa dilakukan di aula sekolah yang disekat menggunakan papan triplek atau plywood.

Siswa-siswi juga diharuskan membawa meja sendiri dari rumah karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah.

Kondisi ini dirasakan oleh siswa kelas tiga A, B, C, dan D, yang belajar di ruang aula yang tidak kedap suara dan minim privasi.

Sekat sementara yang dipasang menyebabkan proses belajar kerap terganggu karena suara dari kelas lain mudah terdengar.

Sementara itu, siswa di kelas satu dan dua pun harus berbagi ruangan.

Kelas satu menggunakan ruang kelas pada pagi hari, sedangkan kelas dua masuk sekolah pada siang hari secara bergantian.

Menurut salah satu wali kelas tiga SDN 2 Laura, Zainul Muarif, kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan ruang kelas yang tidak sebanding dengan jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahunnya.

Sebelum menggunakan aula sebagai ruang belajar, pihak sekolah sempat memberlakukan sistem bergantian antara kelas tiga dan kelas empat.

“Hal ini dikarenakan jumlah murid terus meningkat tiap tahun, tapi dengan begini kelas yang diganti tidak harus masuk siang. Cuma syaratnya satu, harus membawa meja sendiri dan ruang belajar seperti ini, di ruang aula yang disekat pembatas,” ujar Zainul Muarif.

Pihak sekolah sudah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas kepada Pemerintah Kota Banjarbaru.

Namun hingga kini masih terkendala masalah status lahan sekolah yang belum bersertifikat, sehingga pembangunan belum bisa direalisasikan.

Reporter : Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *