Pemprov Bentuk Tim Antisipasi Peredaran Beras Oplosan di Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Perdagangan bakal membentuk tim untuk mengantisipasi masuknya beras oplosan ke Kalimantan Selatan.
Pasalnya, saat ini Dinas Perdagangan belum menerima laporan terkait beredarnya beras oplosan di Kalsel. Rencananya tim akan melibatkan kepolisian dari Polda Kalsel.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, memprediksi beras oplosan sudah mulai beredar di Kalsel namun tidak didistribusikan dengan jumlah besar.
Pihaknya memastikan akan turun melakukan pengawasan secara intensif dengan menyidak beberapa distributor serta agen. Disdag mengaku juga sudah mengantongi daftar nama merek dan jenis beras yang diduga oplosan untuk melakukan antisipasi lebih lanjut.
Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu sebelum mengambil langkah teknis lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya menjaga kerapian kerja agar langkah yang diambil tepat sasaran.
“Yang jelas kita rapat koordinasi dulu. Ada hal-hal teknis yang mungkin belum saatnya dipublikasikan sehingga kita menjaga kerapian kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketika turun ke lapangan, fokusnya bukan sekadar inspeksi mendadak, tetapi menelusuri akar permasalahan hingga ke agen atau pemasok.
“Sehingga ketika kita turun tak sekadar sidak, tapi akar permasalahan kita cari ke yang memungkinkan jadi agen dan pemasok dan siapa saja akan kita cari akarnya. Kalau di pasaran kita hanya dapat awal permasalahan saja, tidak bisa menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Seperti diberitakan, Kementerian Pertanian mengungkap temuan 212 merek beras yang diduga dioplos dan melanggar standar mutu. Disdag pun mengimbau masyarakat agar lebih awas dan teliti saat membeli beras agar tak merugikan dan berdampak terhadap kesehatan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





