Tak Hanya Warga, Pedagang juga Keluhkan Gas Melon

Banjarmasin, DUTA TV – Kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram atau yang biasa disebut gas melon, dikeluhkan para pedagang kecil di Banjarmasin.
Salah satunya adalah pemilik warung makan di kawasan Hasanuddin HM, yang mengaku terdampak cukup besar selama beberapa pekan terakhir.
Harga eceran gas melon saat ini di beberapa tempat mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. Padahal, harga normal di pangkalan hanya sekitar Rp18.500 per tabung. Kenaikan harga ini sudah dirasakan pedagang sejak sebulan lalu, sementara kelangkaannya terjadi dalam dua pekan terakhir.
Menurut Nunuy, pemilik warung makan, ia tetap membeli gas dengan harga tinggi agar usahanya tetap berjalan. Meskipun harga gas melambung, ia masih menjual makanan dengan harga normal karena mempertimbangkan pelanggan.
“30 sampai 40, biasanya 20. Di pangkalan Rp18.500. Nah, nggak tahu, sama tetap. Tetap aja. Kalau langka ini dua mingguan ini. Lebih sebulan,” ujar Nunuy.
Dalam sehari, Nunuy bisa menghabiskan tiga hingga lima tabung gas untuk memasak. Itu berarti biaya operasionalnya untuk gas saja bisa mencapai Rp120.000 hingga Rp200.000 per hari. Ia berharap harga gas melon bisa kembali normal di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 agar usahanya tetap bisa bertahan.
Zein Pahlevi.





