Banjir Tak Halangi Jemaah Hadiri Haul Datu Kelampayan

Martapura, Duta TV — Kekhawatiran sejumlah warga Desa Keramat terkait akses jalan Martapura Lama yang dikhawatirkan berlumut saat Haul ke-219 Maulana As Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, akhirnya terbukti. Limpasan air Sungai Martapura menutup sejumlah titik jalan dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter.
Akibatnya, beberapa akses jalan tertutup lumut dan menjadi licin. Sejumlah relawan pun turun tangan ke jalan, memandu para jemaah yang melintas agar mengendarai kendaraan secara perlahan.
Luapan air juga terjadi di halaman parkir Masjid Tuhfathur Raghibin, sehingga pihak panitia terpaksa memasang panggung demi bisa menampung ratusan jemaah.
Demikian pula akses jalan di kawasan Dalam Pagar yang juga tergenang luapan air Sungai Martapura.
Kendati demikian, kecintaan terhadap ulama besar di Banua itu tak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri Haul Datuk Kalampayan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 6 Syawal. Banjir yang terjadi kali ini bahkan menjadi tantangan alam pertama sejak haul dilaksanakan tahun 2003 silam.
“Walaupun banjir, jemaah tetap hadir,” kata Fauzan Asniah, Panitia Pelaksana.
Sementara itu, padatnya arus kedatangan jemaah membuat Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyandi Yudha, dan istri, Yeni Susanti, terpaksa berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer akibat terjebak kemacetan lalu lintas demi bisa sampai ke lokasi haul di Desa Dalam Pagar.
Reporter: Tarida Sitompul





