Sejak 7 Oktober 2023, Korban Tewas di Gaza 25 Ribu Orang Lebih

Jakarta, DUTA TV — Pejabat kesehatan Gaza mengatakan total korban tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober tembus 25 ribu orang lebih. Sementara Israel terus melancarkan serangan di seluruh Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dalam 24 jam terakhir 178 orang Palestina dalam serangan Israel di salah satu hari paling mematikan sepanjang perang. Militer Israel mengatakan seorang tentara tewas dalam pertempuran.
Kementerian mengatakan hingga 21 Januari 2024, total rakyat Palestina yang tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober adalah 25.105 sementara 62.681 orang terluka. Kementerian tidak membedakan korban sipil dan milisi tapi mereka mengatakan sebagian besar yang tewas merupakan warga sipil.
Israel menggelar operasi militer untuk menumpas Hamas sebagai balasan serangan mendadak 7 Oktober yang Israel klaim menewaskan 1.200 orang. Pasukan Israel mengatakan mereka sudah membersihkan sebagian besar jaringan militer Hamas di utara Gaza dan sudah lebih dari 1 juta warga pendudukan Gaza utara mengungsi ke selatan untuk menghindari pengeboman.
Namun pertempuran berlanjut di kamp pengungsi Jabalia dan daerah lain di sekitar Kota Gaza. Rakyat Palestina yang masih berada di daerah itu mengatakan situasi kian memburuk.
“Kami kesulitan menyelamatkan diri dari bom, tapi sejujurnya kami lebih banyak bertahan dari kelaparan. Menemukan makanan untuk keluarga, untuk anak-anak, menjadi semakin menantang dibandingkan bertahan hidup di tengah perang,” kata Amer, ayah tiga anak yang tinggal di utara Gaza.
Ia menggunakan kartu eSim yang dipakai warga Gaza untuk berhubungan dengan dunia luar di tengah gangguan komunikasi yang sudah berlangsung selama sembilan hari. Sementara harga tepung dan bahan-bahan makanan naik berkali-kali lipat.
Militer Israel mengatakan pasukannya membunuh 15 orang bersenjata dalam pertempuran di utara Jalur Gaza. Sementara penembak jitu yang didukung serangan udara “mengeliminasi sejumlah teroris” di Khan Younis.
Pejabat Hamas Abu Zuhri membantah pernyataan Israel dan laporan kematiannya. Ia mengatakan laporan itu dimaksudkan untuk menggambarkan ‘kemenangan palsu dan delusional’.(rol)





