Pengguna Tinggi, Pengaduan Konsumen tentang Transaksi Digital Ikut Meningkat

Banjarmasin, Duta TV — Tingginya masyarakat yang menggunakan transaksi digital membuat angka pengaduan konsumen juga ikut meningkat. Hal ini ditengarai karena aspek perlindungan konsumen yang belum sepenuhnya dipahami oleh pengguna maupun penyelenggara.
Tingginya jumlah pengaduan tersebut membuat Bank Indonesia terus berupaya melakukan sosialisasi terkait perlindungan konsumen, salah satunya menyasar mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat atau ULM.
Pasalnya, hampir seluruh fakultas dan program studi di ULM, termasuk kantin, sudah menerapkan digitalisasi untuk setiap transaksi, bahkan untuk donasi mesjid di area kampus sudah menggunakan kode QR.
“Kami mencatat pengaduan konsumen terkait transaksi digital semakin meningkat. Ini memberikan indikasi bahwa aspek perlindungan konsumen belum begitu dipahami oleh konsumen maupun penyelenggara,” ungkap Wahyu Pratomo Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan.
Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia, setidaknya sudah ada 26,7 juta pedagang di seluruh Indonesia yang menggunakan QRIS dengan transaksi lebih dari Rp 1 miliar per hari, termasuk di beberapa lembaga pendidikan. 90% pengguna QRIS adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini salah satu kegiatan untuk mendorong bagaimana mahasiswa dan warga kampus ULM dalam bertransaksi dengan QRIS, karena dengan QRIS bisa lebih cepat dan aman sehingga transaksi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan seluruh proses bisnis yang dilaksanakan oleh dunia usaha, rumah tangga, pemerintah, dan individu,” kata Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri.
Reporter : Maulina Abdah





