Karena Flare, Gunung Bromo Ditutup. Okupansi Hotel Turun 80%

Jakarta, DUTA TV — Kebakaran di kawasan Gunung Bromo dikabarkan sudah mulai padam. Meski begitu, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan demi keamanan pengunjung.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan wisata di dalam kawasan taman nasional dihentikan sementara untuk mempermudah tim gabungan dalam menangani karhutla.

“Tidak ada aktivitas wisata dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” terang Septi.

Situasi itu membuat prihatin banyak pihak, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno. Ia menyebutkan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Gunung Bromo, mempengaruhi okupansi atau tingkat hunian tamu hotel di sekitar kawasan itu.

“Yang terjadi di Bromo sangat kami prihatinkan, dampaknya negatif,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis. 14 September 2023.

Menurut Sandiaga Uno, terjadi penurunan tingkat okupansi hotel sampai 80 persen, yakni dari di kisaran 100 persen menjadi 20 persen. Berdasarkan kajian tersebut, ia meminta semua pengelola taman nasional melakukan kajian sehingga aspek keselamatan pengunjung lebih diperhatikan.

Dengan demikian, menurut Sandiaga, akan tercapai sektor pariwisata yang berkelanjutan. Ia juga berharap pihak yang menyebabkan terjadinya kebakaran tersebut diberikan sanksi hukum agar ada efek jera ke depannya.

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terjadi sejak Rabu petang lalu disebabkan ulah pengunjung yang menggunakan flare atau suar untuk kepentingan pengambilan gambar saat prewedding. Polisi sejauh ini hanya menetapkan manajer wedding organizer berinisial AP sebagai satu-satunya tersangka dalam kasus Karhutla.(lip6)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *