Eni Gustina Sosialisasikan Efektivitas KB Jangka Panjang dan Penurunan Stunting

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP terus digalakkan oleh Pemkab Banjar bersama BKKBN Kalimantan Selatan. Kali ini pelayanan kontrasepsi KB di gelar di Kacamatan Aluh-Aluh, yang ditinjau langsung oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI Eni Gustina.

Selain meninjau pelayanan kontrasepsi KB, Eni Gustina juga melakukan sosialisasi dapur sehat atasi stunting dalam percepatan penurunan stunting di Kecamatan Aluh-Aluh.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan dua unit perangkat alat pemasangan kontrasepsi IUD Kit kepada assisten pemerintahan dan kesra Pemkab Banjar dan paket makanan sehat atau asupan gizi kepada sejumlah ibu hamil.

Usai acara eni gustina mengatakan metode kontrasepsi jangka panjang MKJP merupakan kontrasepsi nyaris tanpa efek samping, jika dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek seperti KB suntik ataupun dengan pil KB, Bahkan pemasangan kontrasepsi jenis implan dan IUD saat ini gratis tanpa dipungut biaya, dalam sekali pemakaiannya dan dapat bertahan selama tiga tahun sampai dengan 10 tahun.

“BKKBN meningkatkan kualitas keluarga, kita dorong menggunakan kontrasepsi jangka panjang supaya tidak kebobolan. secara ekonomi lebih murah dibandingkan suntik . kalo gunakan implan 3 tahun gratis implant ga perlu bayar ke bidan untuk suntik KB. Angka MKJP baru 23 % ditargetkan minimal 38%. ga bahaya , karena sekarang berdasarkan penelitian beberapa kontrasepsi membuat kulit perempuan lebih halus, ga ada efek samping,” tutur Eni Gustina, Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN.

“Untuk menurunkan stunting perlu kerjasama kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat , bagaimana masyarakat dapat memberdayakan lingkungan sekitar untuk meningkatkan gizi. Agar lebih memperhatikan dalam memberikan makanan bergizi pada anak-anak yang sesuai anjuran dari Dinkes,” kata Syawian – Plh Assisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banjar.

Sementara itu, angka stunting di Kabupaten Banjar pada tahun 2022 lalu mencapai 26% atau turun dari tahun 2021 yang sempat mencapai angka stunting 40% untuk menurunkan stunting Dikabupaten Banjar, Sawiyan berharap kolaborasi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan asupan gizi keluarga, baik untuk anak-anak usia dini ataupun gizi untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Reporter : Suhardadi

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *