Ketum Kerukunan Bubuhan Banjar Minta Ada Figur Pemimpin Baru

Banjarmasin, DUTA TV — Ketua Umum Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) H. Rudy Ariffin, meminta ada figur pemimpin baru, yang dilahirkan dalam gelaran kongres budaya Banjar ke-VI, dan Kongres Bubuhan Banjar ke-I, yang digelar selama dua hari di Kalsel.
Pasalnya jabatan ketua umum saat ini yang ia emban, sudah cukup lama terhitung sejak tahun 2005. Hal itu ia ungkapkan saat pembukaan kongres budaya Banjar ke-VI yang dihadiri para warga Banjar dari negeri jiran termasuk dari seluruh Provinsi se-Indonesia.
Keberadaan pimpinan yang baru, diharapkan mampu membawa KBB terus menggemakan budaya suku Banjar ke seluruh penjuru dunia. Apalagi para anggota KBB, saat ini telah menduduki beberapa posisi penting baik itu di pemerintahan maupun di instansi swasta hingga politisi dan pengusaha di beberapa negara termasuk Indonesia.
Menanggapi hal itu, Sekdaprov Kalsel menyerahkan mekanisme pemilihan sepenuhnya kepada anggota.
“Saya sangat menginginkan dimana nanti memilih ketua umum, saya sudah lama, sudah 17 tahun saya jadi ketua umum, saya berharap tolong saya digantikan yang muda, yang bisa melanjutkan. Saya Berharap bahwa gubernur menjabat sebagai ketua kerukunan bubuhan Banjar, harapan kita temen-temen yang nanti akan melakukan pemilihan bisa memilih,” kata Rudy Ariffin
“Usulan dari ketua nanti gubernur langsung jadi ketum KBB, mudahan tidak jadi kendala dalam kepengurusan, tergantung sistem pemilihan dan mekanisme, dan sarannya sangat bagus, selamat dan sukses kongres budaya Banjar semoga berjalan baik dan lancer” tutur Roy Rizali Anwar, Sekdaprov Kalsel.
“Harapan kita satu, silaturahmi, kami sangat menyambut baik apa yang disampaikan ketum untuk estafet kepemimpinan, jika diserahkan kepada Gubernur, ini melanjutkan kepemimpinan terdahulu persatuan dan kesatuan menyambung silaturahmi antar negara lain, kalau bisa ada lagi ajang terbesar seperti ini dan berkelanjutan, agar budaya bisa dilestarikan,” ujar Supian HK, Ketua DPRD Kalsel.
Dalam kegiatan pembukaan ini turut diberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh seniman, budayawan dan warga Banjar, yang terlibat dalam melestarikan budaya Banjar. Bukan sekedar silaturahmi antar suku Banjar, kongres juga diisi dengan seminar yang menghadirkan narasumber dari rektor UIN Antasari Banjarmasin, rektor UIN Riau serta tokoh adat Banjar dari Malaysia.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti




