Tunjang PAD, Komisi II Gali Potensi Kelautan& Perikanan di Kalsel

Yogyakarta, DUTA TVKomisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD melalui berbagai sektor, salah satunya dari Potensi Kelautan dan Perikanan di Kalsel.

Daerah istimewa Yogyakarta, menjadi rujukan untuk pengelolaan retribusi Sektor Kelautan dan Perikanan di Banua. Pasalnya, DIY, sudah memberlakukan penarikan retribusi pelayanan kepelabuhanan, yakni di PPP Sadeng.

Penarikan retribusi itu diantaranya berupa Jasa Tambat, Jasa Labuh, Jasa Pass Masuk, Penggunaan Tempat Terbuka, Penggunaan Tempat Tertutup, Air Bersih dan Penggunaan Cold Storage.

Ketua Komisi II mengakui, tak hanya itu, DIY juga telah menarik retribusi dari penjualan produksi usaha daerah di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Cangkringan, yang meliputi Unit Kerja Budidaya Air Tawar, Unit Kerja Budidaya Air Payau, dan Budidaya Air Laut. Upaya ini dinilai perlu untuk ditindaklanjuti di Kalimantan Selatan.

“Kegiatan hari ini kita studi komparasi memang awal kita hanya terbatas pada retribusi ini bisa jadi bekal bagi kita untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan kita tahu disini sudah memiliki Budidaya Ikan Udang Emas dan Nila sehingga ini akan kita lakukan di Kalsel karena kita punya potensi namun belum banyak yang tergarap. “ Ucap  Imam Suprastowo, Ketua Komisi II DPRD Kalsel

Rombongan Komisi II, melakukan diskusi bersama Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam kesempatan ini, DIY juga berharap ada potensi dari Kalsel yang bisa ikut menjadi rujukan untuk pihaknya dalam upaya meningkatkan PAD pada sektor yang sama.

Tim Liputan

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *