FKPT Kalsel Sambangi Keluarga Napiter, Berikan Modal Usaha

Banjarmasin, DUTA TV — Keluarga merupakan orang yang paling terimbas saat salah seorang kerabat mereka terpapar paham radikal dan diamankan kepolisian.
Selain menghadapi kenyataan kerabat mereka harus berhadapan dengan hukum, menghadapi lingkungan dan meneruskan hidup tentu tak lah mudah bagi keluarga napiter.
Forum Koordinasi Pencegahan Teroris Kalimantan Selatan, berinisiatif menggandeng keluarga Napiter yang terdampak.
Dengan berbekal kemauan dan keinginan menangkal paham radikal berkembang di masyarakat, FKPT Kalsel menyambangi kediaman keluarga Napiter berinisial ND di kawasan Benua Anyar, Banjarmasin Utara, Kamis siang.
Tidak dengan tangan kosong, FKPT turut membawa beberapa fasilitas usaha budidaya ikan lele yang diberikan kepada keluarga Napiter.
BD ayah ND yang diamankan Densus 88 lantaran terlibat jaringan teroris dengan aksi di Daha Selatan, sangat menyambut baik penyaluran bantuan usaha ini. Betapa tidak, selama ini BD sendiri hanya hidup dari kerja serabutan yang kadang dilakoninya. Bahkan untuk makan sehari hari saja masih jauh dari kata cukup. Keramba ikan lele ini pun langsung di pasang di samping kediamannya dengan 1500 bibit ikan.
“Alhamdulillah saya sangat senang, bisa usaha disini, sebelumnya serabutan, paling bertani, itu juga kadang-kadang yang bertahan hidup seadanya,” kata BD, Ayah Napiter ND.
“Kita mencoba pendekatan yang berbeda dan lebih humanis,” ucap Muhammad Hafiz Ridha, Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Kalsel.
Seperti diketahui, ND merupakan seorang napiter yang diamankan Densus 88 pada 2020 lalu. Ia merupakan jaringan dan mengetahui aksi yang dilakukan oleh seorang teroris di Daha Selatan yang menyerang kantor polisi dan menewaskan satu orang apparat. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan ND di Banjarmasin, sehari usai kejadian penyerangan Polsek Daha Selatan. Ironisnya, polisi mengungkap jika napiter ini sudah terpapar paham radikalisme sejak berada di bangku sekolah.
Tim Liputan





