7.500 Siswa di Banjarmasin bakal Dapat Vaksin DBD Gratis

Banjarmasin, DUTA TV — Tahun 2024, kasus Demam Berdarah Dengue di Kalsel mencatat terjadi 3.236 kasus DBD dengan 16 kematian. Tahun ini, jumlahnya turun menjadi 460 kasus dan satu kematian. Namun Banjarmasin selalu berada di posisi teratas yang membuat daerah ini menjadi salah satu titik uji percontohan vaksin DBD nasional.
Ketua Tim Dokter Anak Kalsel untuk Vaksin Dengue, Profesor Dokter Edi Hartoyo, mengatakan, untuk menekan angka kasus DBD, sebanyak 7.500 siswa kelas 3 dan 4 SD sederajat di Kota Banjarmasin akan menerima vaksin DBD mulai Januari 2026.
Banjarmasin menjadi satu dari tiga kota di Indonesia yang mendapatkan hibah vaksin DBD dari PT Takeda, bersama Provinsi Jakarta dan Palembang. Program tersebut penting untuk menekan angka kasus DBD di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin.
Selain itu, pemberian vaksin ini juga sejalan dengan program Kementerian Kesehatan yang menargetkan nol kematian akibat DBD pada tahun 2030.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Dr. Diauddin, mengajak orang tua siswa untuk membawa anak-anaknya agar ikut vaksin. Menurutnya, vaksin ini bukan vaksin yang baru tapi sudah melalui uji tahapan klinis dan bersertifikat halal. Melalui hibah ini, anak-anak bisa mendapat vaksin dengue secara gratis, sehingga manfaatnya lebih baik bagi masyarakat.
Vaksin ini diketahui akan diberikan dalam dua tahap. Dosis pertama pada Januari 2026, dan dosis kedua diberikan tiga bulan setelahnya. Efektivitas vaksin diperkirakan mencapai 80 persen dalam mencegah infeksi dan 85 persen mencegah gejala berat bahkan kematian, dengan pemantauan dilakukan selama tiga tahun.
Reporter: Mawardi





