40 Tahun Anwar Setia Lestarikan Kerajinan Kuningan

Banjarmasin, DUTA TV — Di saat banyak industri rumahan kerajinan kuningan mulai berkurang di Banjarmasin, seorang pengrajin di Gang Sadar, Kelayan Luar, tetap berpegang pada tradisi yang telah menjadi bagian hidupnya.
Ialah Anwar Fuadi, pria 60 tahun yang selama lebih dari empat dekade menjalani profesi sebagai pengrajin kuningan.
Baginya, kuningan bukan sekadar nilai ekonomi, melainkan amanah dari para leluhurnya yang harus terus dijaga.
Di atas lahan sekitar 63 meter persegi yang tak jauh dari rumahnya, tahapan pembuatan dilakukan sepenuhnya secara manual, mulai melelehkan bahan kuningan menggunakan tungku api hingga menuangkannya ke dalam media cetak dari tanah liat khusus yang didatangkan dari Hulu Sungai Selatan.
Setelah mengeras, setiap kerajinan masih harus melalui proses pengukiran detail sesuai permintaan pemesan. Di sinilah sentuhan seni Anwar menjadi keistimewaan yang tak tergantikan mesin. “Kualitasnya sama, tidak berubah dari dulu,” ujarnya.

Dengan keterampilan turun-temurun yang ia warisi, Anwar menghasilkan beragam produk kuningan, mulai alat musik tradisional, aksesori penari, perhiasan, hingga duplikasi benda antik yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Dari segi kualitas, karya buatan tangannya telah diakui banyak pemesan di berbagai daerah. Harganya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, bergantung ukuran dan tingkat kesulitan proses pembuatan.
Meski pesanan masih datang secara rutin, Anwar mengaku omzetnya turun hingga 30 persen dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19. Namun baginya, selama masih ada yang menghargai seni kerajinan ini, ia akan terus melanjutkan tradisi yang telah menjadi bagian dari jatidirinya.
Reporter: Nina Megasari





