Pedagang Baju Koko Akui Penurunan Omset Hingga 60%

DUTA TV BANJARMASIN – Biasanya baju muslim khusus laki-laki atau kerap disebut baju koko menjadi salah satu barang buruan jelang lebaran.

Namun tampaknya hal tersebut tak berlaku tahun ini, meski masih ada masyarakat yang mendatangi toko baju muslim namun para pedagang mengaku penjualan mereka tahun ini terbilang sepi.

Baju koko yang pada tahun lalu sudah ramai dibeli sepekan jelang lebaran, kini terlihat tak ada lonjakan pembeli pedagang pun mengaku omset mereka turun hingga 60%.

Tahun ini juga baju koko tersebut lebih banyak dibeli secara grosir yang kebanyakan  untuk dibagikan atau dijual kembali, ketimbang eceran atau untuk dipakai sendiri.

“Tergantung ada yang grosir, biasanya untuk bagi-bagi karyawan, kalau disini harga dari Rp75.000,- sampai ke atas, dan untuk tahun ini penjualan hanya 40 % saja sangat mengalami penurunan dan juga ramenya pembeli baru 4 harian menjelang hari raya idul fitri,” ucap Jejen Penjual Baju Koko

Jejen Penjual Baju Koko

Jejen Penjual Baju Koko

Jenis baju koko yang tahun ini banyak dibeli warga seperi atasan serta model kurtat, tak ketinggalan sarung sebagai pasangan dari fashion ini tentu juga tak luput dari perhatian warga untuk dibeli.

Reporter : Nina Megasari

#UPDATE CORONA KALSEL


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *