Monev Penanganan Covid-19 di HSU, Tiga Pilar Kalsel Tinjau Tempat Karantina Khusus

Hulu Sungai Utara , Duta TV – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan Peninjauan Tempat Karantina Khusus di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (5/11/2020) pukul 11.15 Wita.

Rombongan yang terdiri dari Plt. Gubernur Kalsel H. Rudy Resnawan, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Karo Umum Setda Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Kepala Dinas Sosial Kalsel, Kepala BPBD Kalsel, dan sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel diantaranya Direktur Samapta, Direktur Binmas, Kabid Dokkes dan Kabid Humas Polda Kalsel disambut langsung Bupati HSU, Kapolres HSU dan SKPD Kabupaten HSU.

Pada kesempatan ini disampaikan paparan Bupati HSU yang dilanjutkan arahan Plt Gubernur Kalsel  H. Rudy Resnawan, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, serta Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah untuk Tim Gugus Tugas Kabupaten HSU.

Dalam arahannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, menyampaikan bahwa semua pihak terkait mempunyai potensi untuk membantu Penangangan Covid-19, maka dari itu seluruh pihak bisa menerapkan Teori Kerjasama meliputi Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi.

Kapolda menerangkan membangun Komunikasi antara semua pihak harus dilakukan sehingga bisa satu pemahaman dalam penanganan Covid-19. Koordinasi dilaksanakan saat Monev maupun melalui Rapat Koordinasi untuk mengetahui sejauh mana proses penanganan yang sudah dilaksanakan. Dan Kolaborasi diantaranya operasi penegakan disiplin yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh Polri, TNI dan Satpol PP serta dari unsur Kejaksaan dan Pengadilan.

 

Dalam Operasi Penegakan Disiplin yang sudah dijalankan dapat dilihat data diawal bulan September, Provinsi Kalsel berada diposisi ke 6 jumlah positif terbanyak dan per tanggal 3 November 2020 ini posisi Kalsel sudah turun menjadi urutan ke 10. Kedepannya, Kapolda Kalsel berharap semua pihak terus melakukan upaya-upaya menurunkan pertambahan jumlah positif, menaikkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *